Tampilkan postingan dengan label HADIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HADIS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

BAB 49 TAUBAT



1569 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ia berkata,  Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, Sungguh, Allah lebih senang dengan taubat hamba-Nya yang beriman daripada seorang yang berada di tanah tandus yang berbahaya, dia membawa tunggangan yang juga memuat makanan dan minumannya. Lalu dia tidur, dan ketika bangun, tunggangannya itu telah pergi, diapun mencarinya hingga dahaga serasa mencekiknya, kemudian dia mengambil keputusan, aku akan kembali ke tempatku semula, lalu tidur sampai mati. Dia letakkan kepalanya berbantalkan lengannya untuk mati, tetapi begitu dia terbangun, di dekatnya telah ada tunggangannya lengkap dengan semua bekalnya, makanannya dan minumannya. Allah lebih senang dengan taubat seorang hamba mukmin, daripada orang semacam ini yang menemukan kembali tunggangan dan bekalnya

1570 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Allah lebih senang menerima taubat hamba-Nya, daripada seorang yang semula berada di atas punggung untanya melewati tanah yang tandus, lalu unta itu lepas membawa makanan dan minumannya, sehingga putuslah harapannya. Kemudian dia menghampiri sebatang pohon, berbaring di keteduhannya. Dia benar-benar tidak mengharapkan untanya kembali, ketika itulah tiba-tiba dia mendapati untanya berdiri di dekatnya. Dia mengambil tali kekang unta itu, kemudian mengucap karena gembiranya, Ya Allah, Engkau hamba-Ku dan aku Tuhan-mu! dia keliru mengucap, karena terlampau gembira

1571 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Nabi saw. bersabda, Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam Kitab-Nya yang berada di sisi-Nya di atas Arsy, Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku

1572 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, Allah telah menjadikan rahmat seratus bagian, Dia menahan sembilan-puluh sembilan bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu bagian itu, para makhluk saling berbelas-kasih, sampai-sampai binatang mengangkat kukunya dari anaknya lantaran khawatir akan mengenai anaknya itu

1573 Hadis riwayat Umar bin Khattab ra. ia berkata  Bahwa beberapa orang tawanan dihadapkan kepada Rasulullah saw. Seorang wanita di antara tawanan itu mencari-cari, ketika dia menemukan seorang anak (bayi) di antara para tawanan itu, dia ambil dan dia dekapkan keperutnya untuk dia susui. Melihat itu Rasulullah saw. bersabda kepada kami (para sahabat), Adakah kalian berpendapat wanita ini sampai hati melemparkan anaknya ke dalam api ؟ Kami menjawab, Tidak, demi Allah, sedangkan dia mampu untuk tidak melemparkannya. Rasulullah saw. bersabda, Sungguh, Allah lebih berbelas-kasih kepada para hamba-Nya, ketimbang wanita ini terhadap anaknya

1574 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Seorang lelaki yang sama sekali tidak pernah melakukan kebaikan berkata kepada keluarganya, apabila dia mati, hendaknya mereka membakarnya, kemudian menghamburkan sebagian abunya di darat dan sebagian lagi di lautan. Demi Allah! Jika sekiranya Allah menakdirkan menyiksanya, tentu Dia akan menyiksanya dengan siksa yang tidak pernah dia timpakan kepada seorangpun di antara orang-orang di dunia. Kebetulan, ketika orang itu mati keluarganya melaksanakan apa yang diperintahkan. Lalu Allah memerintahkan daratan untuk mengumpulkan hamburan abu jenazah orang itu yang ada di daratan, dan memerintahkan lautan untuk mengumpulkan tebaran abu jenazah orang itu yang ada di lautan. Kemudian Allah berfirman, Mengapa engkau lakukan hal itu ؟ orang itu menjawab, Karena takut kepada-Mu, wahai Tuhan-ku! dan Engkau lebih tahu hal itu. Lalu Allah mengampuni orang tersebut

1575 Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata,  Nabi saw. bercerita, Seorang lelaki di kalangan umat sebelum kalian telah diberi harta dan anak oleh Allah. Dia berpesan kepada anaknya, Kalian boleh pilih, kalian laksanakan apa yang kuperintahkan kepada kalian, atau warisanku akan kualihkan kepada orang lain. Apabila aku mati, maka bakarlah jenazahku, dan sejauh pengetahuanku orang itu lalu berkata, Kemudian tumbuklah jenazahku sampai halus dan hamburkanlah pada hembusan angin. Karena, aku tidak pernah melakukan kebaikan di sisi Allah, sedangkan Allah kuasa untuk menyiksaku. Anak-anaknyapun melaksanakan perintah itu. Demi Tuhan! Allah berfirman (kepada orang itu), Apa yang membuatmu berbuat demikian ؟ Orang itu menjawab, Karena takut kepada-Mu. Jadi, alasan perbuatannya itu tiada lain hanyalah karena takut kepada Allah

1576 Hadis riwayat Abu Hurairah ra.  dari Nabi saw. tentang apa yang beliau ceritakan dari Allah swt. beliau bersabda, Seorang hamba melakukan dosa, lalu mengucap,
اللهم اغفرلى ذنبى
Ya Allah, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman, Hamba-Ku berbuat dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang mau mengampuni dosa, atau menghukum sebab dosa itu. Kemudian orang itu mengulangi berbuat dosa, lalu mengucap sesudah itu, Wahai Tuhan-ku, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman, Hamba-Ku berbuat dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang bisa mengampuni dosa, atau menghukum sebab dosa itu. Kemudian orang itu melakukan dosa lagi, lalu mengucap, Wahai Tuhan-ku, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman, Hamba-Ku berbuat dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa atau menghukum sebab dosa itu. Berbuatlah sesukamu, Aku benar-benar telah mengampunimu (selama engkau berdosa, lalu bertaubat)

1577 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Tak seorangpun lebih menyukai pujian daripada Allah. Karena itulah dia memuji Zat-Nya sendiri. Dan tak seorangpun lebih cemburu daripada Allah, itulah sebabnya dia mengharamkan perbuatan keji

1578 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang yang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah, yaitu jika orang mukmin melakukan apa yang telah dia haramkan

1579 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,  Seorang lelaki telah mencium seorang perempuan, kemudian datang kepada Nabi saw. menuturkan hal itu kepada beliau. Maka turunlah ayat,
أقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من الليل إن الحسنات يذهبن السيئات ذالك  ذكرى للذاكرين           
Artinya, "Dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat." lelaki itu bertanya, Apakah ayat ini untukku, wahai Rasulullah ؟ Rasulullah saw. bersabda, Untuk siapa saja di antara umatku yang melakukan hal itu

1580 Hadis riwayat Anas ra. ia berkata,  Seorang lelaki datang kepada Nabi saw. lalu berkata, Ya Rasulullah! Aku terkena had (hukuman melanggar larangan), laksanakanlah kepadaku! Belum lagi Rasulullah saw. sempat menjawab, waktu salat tiba. Orang itupun melakukan salat bersama Rasulullah saw. Setelah menyelesaikan salat, kembali orang itu berkata, Ya Rasulullah! Aku terkena had. Laksanakanlah kepadaku ketetapan Allah! Rasulullah saw. bertanya, Apakah engkau ikut melakukan salat bersamaku ؟ orang itu menjawab, Ya! Rasulullah saw. bersabda, Engkau telah diampuni

1581 Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata,  Nabi saw. bersabda, Di kalangan orang-orang sebelum kalian, ada seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, kemudian dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu. Dia ditunjukkan kepada seorang rahib (pendeta), diapun mendatangi rahib tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah dia boleh bertaubat (dan diterima taubatnya) ؟ Rahib itu menjawab, Tidak! Mendengar jawaban rahib itu, dia segera membunuhnya, sehingga lengkaplah seratus orang yang telah dia bunuh. Kemudian dia bertanya-tanya lagi tentang penduduk bumi yang paling pintar. Ada yang menunjukkan kepada seorang yang alim (pandai). Dia datangi orang pandai itu dan mengatakan, bahwa dirinya telah membunuh seratus orang. Apakah dia masih layak bertaubat ؟ Orang alim itu menjawab, Ya! Siapa yang bisa menghalangi antara dia dengan taubat ؟ Pergilah ke negeri Anu. Di sana, orang-orang beribadah kepada Allah. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka, jangan pulang ke negerimu, karena negerimu itu negeri yang jelek. Orang itu berangkat, sampai ketika dia sampai di pertengahan jalan, maut menjemputnya. Malaikat rahmat dan malaikat azab (siksa) saling berbantah mengenainya. Malaikat rahmat berkata, dia datang dalam keadaan bertaubat dan menghadapkan hatinya kepada Allah, sementara itu malaikat azab mengatakan, dia belum sempat melakukan perbuatan baik sama sekali. Lalu datanglah seorang malaikat dalam bentuk manusia. Malaikat-malaikat yang sedang berbantah itu mengangkatnya sebagai penengah di antara mereka. Malaikat dalam bentuk manusia itupun berkata, Ukurlah jarak di antara dua negeri. Ke negeri mana dia lebih dekat, maka ke sanalah dia digolongkan. Para malaikat itu mengukurnya. Ternyata mereka dapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang dituju (negeri yang baik, tempat beribadah), maka malaikat rahmatlah yang berhak mengambilnya

1582 Hadis riwayat Aisyah ra, istri Nabi saw.  Bahwa dia berkata, Rasulullah saw. biasanya bila hendak bepergian, mengundi di antara istri beliau. Siapapun di antara mereka yang keluar undiannya, dialah yang ikut bepergian bersama Rasulullah saw. Aisyah berkata, Rasulullah saw. mengundi di antara kami (para istri), siapa yang akan menyertai beliau dalam suatu medan perang. Ternyata namakulah yang keluar, maka aku berhak menyertai Rasulullah saw. Itu terjadi sesudah ayat hijab (Surat Al Ahzab, ayat 53). Aku dibawa dalam sekedup dan ditempatkan di sana selama perjalanan kami. Ketika Rasulullah saw. telah selesai berperang dan pulang, serta kami telah dekat dengan Madinah pada waktu malam beliau mengumumkan untuk berangkat (sesudah berhenti sebentar). Pada saat keberangkatan diumumkan, aku bangkit (pergi buang air) berjalan hingga melewati pasukan. Setelah selesai, aku kembali ke tempat. Tatkala aku meraba dadaku, ternyata kalungku yang terbuat dari berlian Dhifar putus. Akupun kembali untuk mencarinya, sehingga aku tertahan. Sementara itu, beberapa orang yang bertugas mengangkat sekedupku ke atas unta, datang dan segera mengangkat sekedup ke unta yang tadinya kutunggangi. Mereka mengira, aku berada di dalamnya. Memang, wanita pada waktu itu enteng-enteng dan bertubuh langsing. Mereka hanya makan sedikit. Karena itu, orang-orang tidak begitu merasakan berat sekedup, ketika mereka mengangkatnya ke atas unta. Apalagi aku adalah seorang perempuan belia, merekapun membangkitkan unta dan berjalan. Aku temukan kalungku, sesudah seluruh pasukan berangkat. Aku datang ke tempat perhentian mereka, namun tak seorangpun kutemukan di sana. Lalu aku menuju ke tempatku tadi, dengan harapan rombongan akan merasa kehilangan dan kembali mencariku. Ketika aku sedang duduk di tempatku, kantuk menyerangku dan akupun teridur. Kebetulan Sofwan bin Muattal As Sulami Az Dzakwani tertinggal dari pasukan karena suatu halangan, dia berangkat di akhir malam dan pada pagi hari sampai ke tempatku. Dia melihat ada bayangan manusia sedang tidur. dia mendatangiku dan mengenaliku setelah melihatku, dia memang pernah melihatku sebelum hijab diwajibkan. Aku terbangun oleh ucapannya, Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, pada saat dia mengenaliku. Aku segera menutupi wajahku dengan kerudungku. Demi Allah! dia tidak berbicara kepadaku satu katapun dan aku tidak mendengar dia mengucapkan satu kalimatpun selain ucapannya inna lillahi wa ilaihi rajiun. Kemudian dia menderumkan untanya dan memijak kakinya, sehingga aku dapat menaikinya. Lalu dia menuntun unta, hingga kami dapat menyusul pasukan yang sedang berteduh di tengah hari. Maka celakalah orang yang menuduhku yang bukan-bukan, seperti fitnah yang dilancarkan oleh Abdullah bin Ubai bin Salul. Setelah sampai di Madinah, aku sakit selama sebulan. Sementara itu, orang-orang tenggelam dalam fitnah pembuat cerita bohong. Tetapi, aku sendiri tidak mengetahui sedikitpun tentang hal itu. Yang membuatku gelisah dalam sakitku, adalah bahwa aku tidak lagi merasakan kelembutan Rasulullah saw. yang biasanya kurasakan ketika aku sakit. Rasulullah saw. hanya masuk, mengucap salam, kemudian bertanya, Bagaimana keadaanmu ؟ Hal itu membuatku gelisah, tetapi aku tidak merasakan adanya keburukan, sampai sesudah agak sembuh aku keluar bersama Ummi Mistah ke arah Manashi` (tempat buang air di luar Madinah). Kami hanya keluar pada malam hari dan itu terjadi sebelum kami membuat jamban di dekat rumah kami. Itulah kebiasaan kami orang Arab yang pertama dalam buang air. Kami merasa terganggu dengan dibuatnya jamban di dekat rumah kami. Aku berangkat dengan Ummi Mistah. Dia adalah anak putri Abu Ruhm bin Muttalib bin Abdi Manaf. Ibunya adalah putri Shakher bin Amir, bibi Abu Bakar Siddik. Anaknya bernama Mistah binti Utsatsah bin Abbad bin Muttalib. Aku dan putri Abi Ruhem berjumpa di saat sedang menuju ke arah rumahku sesudah selesai buang air, ketika Ummi Mistah terpeleset dalam pakaian bulu yang dibelitkan ke tubuhnya, dengan latah dia mengucap, Celaka Mistah. Aku berkata kepadanya, Betapa buruk apa yang kau ucapkan. Mengapa engkau memaki orang yang telah ikut serta dalam perang Badar ؟ Ummi Mistah berkata, Wahai junjunganku, tidakkah engkau mendengar apa yang dia katakan ؟ Aku menjawab, Memangnya apa yang dia katakan ؟ Ummi Mistah menceritakan kepadaku tuduhan tukang membuat cerita bohong. Mendengar cerita itu, rasanya sakitku menjadi bertambah-tambah. Setibanya di rumah, Rasulullah saw. masuk menjengukku. Beliau mengucap salam, kemudian bertanya, Bagaimana keadaanmu ؟ Aku berkata, Apakah engkau mengizinkan aku datang kepada kedua orang tuaku ؟ Pada saat itu aku ingin meyakinkan kabar itu dari kedua orang tuaku. Begitu Rasulullah saw. memberiku izin, akupun segera pergi ke rumah orang tuaku. Sesampai di sana, aku bertanya kepada ibu, Wahai ibuku, apakah yang dikatakan oleh orang-orang mengenai diriku ؟ Ibu menjawab, Wahai anakku! Tabahkanlah hatimu! Demi Allah, jarang sekali ada wanita cantik di samping suami yang mencintainya dan mempunyai beberapa madu, kecuali pasti banyak omongan jelek dilontarkan kepadanya. Aku berkata, Maha suci Allah! Apakah sampai setega itu orang-orang membicarakan aku ؟ Aku menangis malam itu. Sampai pagi air mataku tidak berhenti mengalir dan aku tidak tidur sekejappun. Pada pagi harinya, aku masih saja menangis. Beberapa waktu kemudian Rasulullah saw. memanggil Ali bin Abi Talib dan Usamah bin Zaid untuk membicarakan perceraian dengan istrinya, ketika wahyu tidak kunjung turun. Usamah bin Zaid memberikan pertimbangan kepada Rasulullah saw. sesuai dengan kebaikan keluarga Nabi saw. yang dia ketahui dan cinta yang dia rasakan terhadap mereka. Ia berkata, Ya Rasulullah, mereka adalah keluargamu dan yang kami tahu hanyalah kebaikan. Sedangkan Ali bin Abi Talib berkata, Allah tidak membuatmu sempit. Wanita selain dia (Aisyah) banyak. Jika engkau bertanya kepada jariyah itu (pembantu rumah-tangga Aisyah) tentu dia akan memberimu keterangan yang benar. Lalu Rasulullah saw. memanggil Barirah (jariyah yang dimaksud) dan bertanya, Hai Barirah! Apakah engkau pernah melihat sesuatu yang membuatmu ragu tentang Aisyah ؟ Barirah menjawab, Demi Zat yang telah mengutusmu membawa kebenaran! Jika aku melihat sesuatu padanya, tentu aku tidak akan menyembunyikannya. Dia tidak lebih hanyalah seorang perempuan muda yang masih suka tertidur di samping adonan roti keluarganya dan membiarkan kambing memakan adonan itu. Kemudian Rasulullah saw. berdiri di atas mimbar, meminta bukti dari Abdullah bin Ubai bin Salul. Di atas mimbar itu, Rasulullah saw. bersabda, Wahai kaum muslimin! Siapakah yang mau menolongku dari orang yang telah sampai hati melukai hati keluarga rumahku ؟ Demi Allah! yang kuketahui pada keluargaku hanyalah kebaikan. Orang-orang juga telah menyebut-nyebut seorang lelaki yang kuketahui baik. Dia tidak pernah masuk menemui keluargaku (istriku) kecuali bersamaku. Maka berdirilah Saad bin Muaz Al Anshari seraya berkata, Aku yang akan menolongmu dari orang itu, wahai Rasulullah. Jika dia dari golongan Aus, aku akan memenggal lehernya. dan kalau dia termasuk saudara kami dari golongan Khazraj, maka engkau dapat memerintahku dan aku akan melaksanakan perintahmu. Mendengar itu, berdirilah Saad bin Ubadah. dia adalah pemimpin golongan Khazraj dan seorang lelaki yang baik, tetapi terkadang dibutakan oleh harga dirinya yang berlebihan. Dia berkata tertuju kepada Saad bin Muaz, Engkau bohong! Demi Allah, engkau tidak akan membunuhnya dan tidak mampu untuk membunuhnya! Lalu Usaid bin Hudair saudara sepupu Saad bin Muaz, berdiri dan berkata kepada Saad bin Ubadah, Engkau bohong! Demi Allah, kami pasti akan membunuhnya! Engkau adalah orang munafik yang memperdebatkan tentang orang-orang munafik. Maka terjadilah pertengkaran antara golongan Aus dan Khazraj, hampir saja mereka saling bunuh-bunuhan, padahal Rasulullah saw. masih berdiri di atas mimbar. Terus-menerus Rasulullah saw. menenangkan mereka, hingga mereka diam dan Rasulullah saw. diam. Sementara itu, Aku menangis sepanjang hari itu. Air mataku tidak berhenti mengalir dan tidak sekejappun aku tertidur. Aku masih saja menangis pada malam berikutnya. Air mataku tidak berhenti mengalir dan juga tidak tidur. Kedua orang-tuaku mengira, bahwa tangisku itu akan membelah jantungku. Ketika kedua orang tuaku sedang duduk menungguiku menangis, datanglah seorang perempuan Ansar meminta izin menemuiku. Aku memberinya izin. Lalu diapun duduk sambil menangis. Pada saat kami sedang dalam keadaan demikian, Rasulullah saw. masuk. Beliau memberi salam, lalu duduk. Beliau belum pernah duduk di dekatku, sejak ada tuduhan yang bukan-bukan kepadaku itu, padahal sebulan telah berlalu tanpa ada wahyu turun kepada beliau mengenai persolanku. Rasulullah saw. mengucap syahadat pada waktu duduk, kemudian bersabda, Selanjutnya. Hai Aisyah! Sesungguhnya telah sampai kepadaku bermacam perkataan tentang dirimu. Jika engkau memang bersih, Allah pasti akan membersihkanmu, tetapi kalau engkau bersalah, maka mohonlah ampun kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya. Sebab, bila seorang hamba mengaku berdosa, kemudian bertaubat, tentu Allah akan menerima taubatnya. Begitu Rasulullah saw. selesai berbicara, air mataku mendesak lagi, hingga tak terasa air mataku menitik. Lalu aku berkata kepada ayahku, Jawablah untukku kepada Rasulullah saw. mengenai apa yang beliau katakan. Ayahku menyahut, Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan kepada Rasulullah saw. Kemudian aku berkata kepada ibuku, Jawablah untukku kepada Rasulullah saw.! Ibuku juga berkata, Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan kepada Rasulullah saw. Maka akupun berkata, Aku adalah seorang perempuan muda usia. Aku tidak banyak membaca Al Qur`an. Demi Allah! Aku benar-benar tahu, bahwa kalian telah mendengar semua ini, hingga tetaplah di hati kalian, bahkan kalian mempercayainya. Jika aku katakan kepada kalian, bahwa aku bersih dan Allah-pun tahu bahwa aku bersih, mungkin kalian tidak juga mempercayaiku. Kalau sekiranya aku mengakui sesuatu kasus kepada kalian, sedangkan Allah mengetahui bahwa aku bersih, tentu kalian akan mempercayaiku. Demi Allah, aku tidak menemukan perumpamaan yang tepat bagiku dan bagi kalian, kecuali sebagaimana dikatakan oleh ayah Nabi Yusuf,
فصبر جميل والله المستعان على ما تصفون   
(Kesabaran yang baik itulah kesabaranku, Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kalian ceritakan). Kemudian aku pindah dan berbaring di tempat tidurku. Demi Allah! Pada saat itu aku yakin diriku bersih dan Allah akan menunjukkan kebersihanku. Tetapi, sungguh aku tidak berharap wahyu akan diturunkan berkenaan dengan persoalanku. Aku kira persoalanku terlalu remeh untuk dibicarakan oleh Allah swt. dengan wahyu yang diturunkan. Namun, aku berharap Rasulullah saw. akan melihat -dalam mimpi- Allah membersihkanku dari fitnah itu. Rasulullah saw. belum lagi meninggalkan tempat duduknya dan tak seorangpun dari isi rumah ada yang keluar, ketika Allah swt. menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya. Tampak Rasulullah saw. merasa kepayahan seperti biasanya bila beliau menerima wahyu, hingga bertetesan keringat beliau bagaikan mutiara, di musim dingin, lantaran hebatnya firman yang diturunkan kepada beliau. Ketika keadaan yang demikian telah hilang dari Rasulullah saw. (wahyu telah selesai turun), maka sambil tertawa perkataan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, Bergembiralah, wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah telah membersihkanmu! Lalu ibuku berkata kepadaku, Bangunlah! Sambutlah beliau! Aku menjawab, Demi Allah! Aku tidak akan bangun menyambut beliau. Aku hanya akan memuji syukur kepada Allah. Dia-lah yang telah menurunkan ayat Al Qur`an yang menyatakan kebersihanku. Allah swt. menurunkan ayat,  منكم عصبة  بالإفك جاؤوا الذين إن      (Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golonganmu juga), dan sepuluh ayat berikutnya. Allah menurunkan ayat-ayat tersebut yang menyatakan kebersihanku. Abu Bakar yang semula selalu memberi nafkah kepada Mistah karena kekerabatan dan kemiskinannya, pada saat itu mengatakan, Demi Allah! Aku tidak akan memberikan nafkah kepadanya sedikitpun selamanya, sesudah apa yang dia katakan terhadap Aisyah. Sebagai teguran atas ucapan itu, Allah menurunkan ayat selanjutnya ayat,  القربي أولي يؤتوا أن والسعة منكم الفضل أولوا يأتل ولا   /23 sampai pada firman-Nya /23  لكم الله يغفرأن ألا تحبون    (Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kalian, bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat mereka, orang-orang miskin), sampai pada firman Allah (Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian). (Hibban bin Musa berkata, Abdullah bin Mubarak berkata, Ini adalah ayat yang paling aku harapkan dalam Kitab Allah) Maka berkatalah Abu Bakar, Demi Allah! Tentu saja aku sangat menginginkan ampunan Allah. Selanjutnya dia (Abu Bakar) kembali memberikan nafkah kepada Mistah seperti sediakala dan berkata, Aku tidak akan berhenti memberinya nafkah selamanya. Aisyah meneruskan, Rasulullah saw. pernah bertanya kepada Zainab binti Jahsy -istri Nabi saw.- tentang persoalanku, Apa yang kau ketahui ؟ Atau Apa pendapatmu ؟ Zainab menjawab, Ya Rasulullah! Aku selalu menjaga pendengaran dan penglihatanku (dari hal-hal yang tidak layak). Demi Allah! yang kuketahui hanyalah kebaikan. Aisyah berkata, dialah Zainab yang membanggakanku di antara para istri Nabi saw. Allah menganugerahinya dengan sikap wara (menjauhkan diri dari maksiat dan perkara yang meragukan). Saudari perempuannya, yaitu Hamnah binti Jahsy, bertolak-belakang dengannya (yakni ikut menyebarkan apa yang dikatakan oleh pembuat cerita bohong). Maka celakalah orang yang celaka

BAB 48 ZIKIR, DOA, TAUBAT DAN ISTIGFAR

1538 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Nabi saw. bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama yang bagus. Barangsiapa yang mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga. Sesungguhnya Allah ganjil, dia menyukai yang ganjil

1539 Hadis riwayat Anas ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Apabila salah seorang kamu berdoa hendaklah dia berdoa dengan tegas dan janganlah berdoa, Ya Allah! Jika Engkau sudi maka berilah aku. Sesungguhnya Allah tidaklah kikir

1540 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, Apabila kamu berdoa, janganlah dia berkata, Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau sudi, tetapi bersungguh-sungguhlah dan mintalah masalah yang besar (surga atau pengampunan), karena Allah tidak menghitung-hitung apa yang telah Dia berikan

1541 Hadis riwayat Anas ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Janganlah kamu mengharapkan kematian karena suatu kesulitan yang menimpanya. Apabila dia memang harus mengharapkan, sebaiknya dia berkata, Ya Allah! Hidupkanlah aku selama hidup itu baik bagiku dan matikanlah aku, jika kematian itu baik bagiku

1542 Hadis riwayat Khabbab ra.,  dari Qais bin Abu Hazim ia berkata, Saya menemui Khabbab dan (aku lihat) dia sedang membakar tujuh luka di perutnya dengan besi hangat. Dia berkata, Seandainya Rasulullah saw. tidak pernah melarang aku berdoa untuk segera mati, niscaya aku akan berdoa untuk itu

1543 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Janganlah kamu mengharap-harap kematian dan janganlah berdoa untuk mati sebelum kematian itu datang sendiri padanya. Sesungguhnya apabila salah seorang dari kamu sudah mati maka terputuslah amalnya. Bagi seorang mukmin bertambahnya usia berarti suatu kebaikan

1544 Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra. ia berkata,  Sesungguhnya Nabi saw bersabda, Barangsiapa suka bertemu Allah, maka Allah suka bertemu dengannya dan barangsiapa yang tidak suka bertemu Allah, maka Allah tidak suka bertemu dengannya

1545 Hadis riwayat Aisyah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Barangsiapa yang suka bertemu Allah, maka Allah suka bertemu dengannya dan barangsiapa yang tidak suka bertemu Allah, maka Allah tidak suka bertemu dengannya. Aku bertanya, Wahai baginda! Apakah kematian itu harus dibenci, padahal kita semua akan mengalami kematian. Beliau bersabda, Bukan begitu, seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, keridaan dan surga-Nya, maka dia pasti suka untuk bertemu Allah dan Allah suka bertemu dengannya. Orang kafir apabila diberitahu tentang adanya siksa serta murka Allah, maka dia tidak akan suka bertemu Allah dan Allah tak suka bertemu dengannya

1546 Hadis riwayat Abu Musa ra. ia berkata,  Nabi saw. bersabda, Barangsiapa yang suka bertemu dengan Allah, niscaya Allah suka bertemu dengannya dan barangsiapa yang tidak suka bertemu dengan Allah, niscaya Allah tidak suka bertemu dengannya

1547 Hadis riwayat Anas ra. ia berkata  bahwa Rasulullah saw. menjenguk seorang laki-laki dari kaum muslimin yang benar-benar lemah dan sangat menderita. Rasulullah saw. bertanya kepada laki-laki itu, Apakah kamu sudah pernah berdoa memohon diberi sesuatu ؟ Laki-laki itu menjawab, Ya, aku berdoa, Ya Allah! Jika Engkau hendak menyiksaku di akhirat, tolong laksanakan segera di dunia. Mendengar itu Rasulullah saw. bersabda, Maha Suci Allah, kamu tidak akan kuat atau tidak akan kuasa memikulnya. Bukankah sebaiknya kamu mengatakan,  (Ya Allah! Berikan kepadaku kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat serta jagalah aku dari siksa neraka). Setelah memanjatkan doa tersebut kepada Allah, akhirnya laki-laki itu sembuh dari penderitaannya

1548 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Nabi saw. bersabda, Sesungguhnya Allah yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki beberapa malaikat yang selalu mengelilingi bumi dan jumlahnya terus bertambah. Mereka senantiasa mengamati forum-forum zikir. Apabila mereka mendapati ada suatu forum zikir, maka mereka akan ikut duduk di sana. Dengan sayapnya, mereka akan menganjurkan kawan-kawannya untuk ikut hadir dalam majlis tersebut, hingga para malaikat itu memenuhi antara mereka berada dan langit dunia. Apabila orang-orang yang hadir dalam forum tersebut berpisah, mereka naik tangga menuju ke langit. Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung dan lebih tahu daripada mereka bertanya, dari mana kalian ؟ Mereka menjawab, Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia. Mereka mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada-Mu. Allah bertanya, Apa yang mereka mohonkan kepadaku ؟ Para malaikat itu menjawab, Mereka memohon surga kepada-Mu. Allah bertanya, Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku ؟ Para malaikat itu menjawab, Belum, Tuhan kami. Allah berfirman, Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-Ku ؟ Para malaikat itu juga berkata, Hamba-hamba-Mu itu juga memohon perlindungan kapada-Mu. Allah bertanya, Mereka memohon perlindungan-Ku dari apa ؟ Para malaikat menjawab, dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya, Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku ؟ Para malaikat menjawab, Belum. Allah berfirman, Bagaimana seandainya mereka sudah pernah melihat neraka-Ku ؟ Para malaikat itu selanjutnya mengatakan, dan mereka juga memohon ampun kepada-Mu. Allah berfirman, Aku sudah mengampuni mereka. Aku sudah berikan apa yang mereka mohon dan sudah Aku penuhi permohonan pahala mereka. Para malaikat itu berkata, Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat seorang hamba bernama si Fulan, dia orang yang penuh dosa. Sebetulnya dia hanya lewat saja lalu bergabung dengan orang-orang yang berada di forum itu. Allah berfirman, Aku juga telah mengampuninya. Mereka adalah kaum yang forumnya tidak diganggu oleh orang tersebut

1549 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, Barangsiapa yang membaca, Tidak ada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala puji. dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, setiap hari sebanyak seratus kali, maka dia mendapat pahala memperlakukan sepuluh budak dengan adil, dicatat untuknya seratus kebajikan dan dihapus darinya seratus keburukan. Baginya hal itu merupakan perlindungan dari setan dari pagi hari sampai sore. Tidak ada seorangpun yang lebih utama dari orang yang melakukan hal itu kecuali orang yang lebih banyak dari itu. Barangsiapa yang membaca, Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, sebanyak seratus kali setiap hari, maka rontoklah semua dosanya, sekalipun dosanya itu seperti buih di laut

1550 Hadis riwayat Abu Ayub Al Anshari ra. ia berkata,  Nabi saw. bersabda, Barangsiapa yang membaca,
   لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شي ء قدير           
Artinya, Tidak ada Tuhan selain Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala puji, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, sebanyak sepuluh kali, maka dia laksana orang yang telah memerdekakan empat orang budak dari putra Ismail

1551 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Dua kalimat yang ringan di mulut, berat di timbangan, dan disukai oleh Allah yang Maha Pengasih, yaitu,
      سبحان الله  وبحمده سبحان   الله ال عظيم    
Maha Suci Allah dan dengan segala puji-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung

1552 Hadis riwayat Abu Musa ra. ia berkata,  Kami bersama dengan Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Ketika mendengar orang-orang membaca takbir dengan suara cukup keras, beliau bersabda, Wahai manusia! Rendahkan suara kalian. Sesungguhnya kalian tidak sedang berdoa kepada yang buta maupun yang gaib. Sesungguhnya kalian justru sedang berdoa kepada yang Maha Mendengar lagi sangat dekat. Dia bersama kalian. Aku yang waktu itu berada di belakang beliau berkata,
لا لحولا و قوة إلا بالله   
Artinya, Tidak ada daya dan kekuatan sama sekali kecuali berkat bantuan Allah. Rasulullah saw. berkata, Wahai Abdullah bin Qais! maukah kamu aku tunjukkan pada sebuah simpanan surga ؟ Aku menjawab, Tentu, wahai Rasulullah. Beliau bersabda, Yaitu ucapan,
   لا حول ولا قو ة إلا بالله    

1553 Hadis riwayat Abu Bakar ra. ia berkata,  Sesungguhnya ia pernah berkata kepada Rasulullah saw., Ajarkan kepadaku suatu doa yang akan aku baca dalam salatku. Beliau bersabda, Bacalah!
  اللهم  إني ظلمت  نفسي ا ظلما كبير       
Artinya, Ya Allah! Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, suatu penganiayaan yang cukup besar (menurut Qutaibah) penganiayaan yang banyak,
  ولا  يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني أنت أنك الغفورالرحيم                  
Artinya, dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Berikanlah kepadaku ampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah aku, karena sesungguhnya Engkau adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih

1554 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,  Rasulullah saw. biasa berdoa, Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian

1555 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata bahwa,  Nabi saw. selalu memohon perlindungan dari takdir yang jelek, dari tertimpa celaka, dari kegirangan musuh dan dari menanggung banyak cobaan

1556 Hadis riwayat Barra` bin Azib ra. ia berkata,  Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, Apabila kamu hendak ke tempat peraduanmu, maka berwudulah seperti mau salat, kemudian berbaringlah miring ke kanan dan kemudian bacalah, Ya Allah! Sesungguhnya aku menyerahkan diriku kepada-Mu, karena mengharapkan pahala-Mu dan takut dari siksa-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada pula yang bisa menyelamatkan sama sekali dari-Mu kecuali kembali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang Engkau utus. Jadikan semua itu pada akhir omonganmu. Apabila kamu mati pada malam itu, kamu pasti dalam keadaan fitrah. (Barra`) berkata, Aku mengulangi kalimat-kalimat untuk mengingatnya. Aku ucapkan, Aku beriman kepada rasul-Mu yang Engkau utus. Rasulullah saw. bersabda, Ucapkanlah! Aamantu binabiyyik al ladzi arsalta

1557 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, Apabila kalian beranjak ke tempat peraduannya, peganglah ujung kain lalu kirapkan tempat tidurnya sambil membaca Bismillah, sebab dia tidak tahu apa yang terdapat di sana setelah dia tinggalkan. Apabila dia ingin berbaring, maka berbaringlah miring ke kanan, kemudian bacalah doa, Maha Suci Engkau, ya Allah. Tuhanku, karena-Mu aku letakkan lambungku dan karena-Mu jua aku mengangkatnya. Apabila Engkau tahan jiwaku, maka ampunilah ia dan apabila Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau jaga hamba-hamba-Mu yang saleh

1558 Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,  Sesungguhnya Rasulullah saw. selalu berdoa, Ya Allah! Kepada-Mulah aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman. terhadap-Mu aku bertawakkal. Kepangkuan-Mu aku kembali dan demi Engkau aku berperang. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, di mana tidak ada Tuhan selain Engkau, agar Engkau tidak menyesatkan aku. Engkau Maha Hidup dan tidak akan mati, sedang jin dan manusia semuanya akan mati

1559 Hadis riwayat Abu Musa Asyari ra. ia berkata,  Nabi saw. selalu berdoa dengan doa, Ya Allah! Ampunilah kesalahan dan kebodohanku, dan juga sikapku yang berlebih-lebihan dalam segala urusanku. Engkau tentu lebih tahu daripada aku. Ya Allah! Ampunilah kesungguhanku dan kelakarku, ketidak sengajaanku dan kesengajaanku. Semua itu ada di sisi-Mu. Ya Allah! Ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan yang aku lakukan secara sembunyi maupun yang aku lakukan secara terang-terangan. Engkau tentu lebih tahu daripada aku. Engkau-lah yang Terdahulu sekaligus yang Terakhir dan Engkau-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu

1560 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. selalu berdoa,
  لا إله إلا الله  وحده أ عز جنده ونصر عبده وغلب الأحزاب  وحده فلا بعده شيء                
Artinya, Tidak ada Tuhan selain Allah semata yang memenangkan tentara-Nya. yang menolong hamba-Nya yang mengalahkan golongan-golongan kafir sendirian saja dan tidak ada sesuatupun yang abadi selain-Nya

1561 Hadis riwayat Ali ra. ia berkata bahwa,  Fatimah mengeluh tangannya terkilir. Ia mendengar Nabi saw. mendapat seorang tawanan yang dapat melayani mereka. Fatimah pergi menemui Nabi saw. tetapi ia tidak mendapatkan beliau. Ia hanya bertemu dengan Aisyah. Lalu ia ceritakan maksud kedatangannya kepada Aisyah. Ketika Nabi saw. datang, Aisyah menceritakan kepada beliau mengenai kedatangan Fatimah. Nabi saw-pun menemui kami, kami sudah berada di peraduan, kemudian kami bangun menemui beliau. Nabi saw. bersabda, Tetaplah di tempat kalian. Beliau-pun duduk bersama hingga aku merasakan betapa dingin telapak kaki beliau merasuk ke dalam dadaku. Kemudian beliau bersabda, maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada permintaan kalian, (yang dibaca) jika kalian hendak ke peraduan. Bacalah takbir sebanyak tiga puluh empat kali, tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali dan tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali. Bagi kalian hal itu lebih baik daripada seorang pelayan

1562 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Sesungguhnya Nabi saw. bersabda, Jika kalian mendengar kokok ayam jantan, maka mohonlah karunia Allah, karena sesungguhnya binatang tersebut melihat malaikat. Jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, karena binatang tersebut melihat setan

1563 Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,  Sesungguhnya Nabi saw. ketika sedang susah selalu berdoa,
لاإلا إله الله العظيم الحليم لا إله إلا الله رب العرش العظيم لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب                      
العرش الكريم
Artinya, Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan Arsy yang Agung. dan tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan segenap langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arsy yang Mulia

1564 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Doa kalian akan dikabulkan, sepanjang tidak buru-buru berkata, Aku sudah berdoa, tetapi tidak dikabulkan

1565 Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Aku berdiri di depan pintu surga. Tiba-tiba saya melihat kebanyakan orang yang memasuki surga ialah orang-orang miskin. Aku juga melihat para penguasa sedang ditahan, kecuali calon para penghuni neraka yang memang langsung disuruh untuk pergi ke neraka. Aku lalu berdiri di depan pintu neraka. Ternyata kebanyakan yang di neraka adalah kaum wanita

1566 Hadis riwayat Imran bin Hushain ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya kaum wanita minoritas di surga

1567 Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Setelahku nanti tidak ada fitnah yang paling membahayakan kaum laki-laki daripada wanita

1568 Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.  dari Rasulullah saw. beliau bersabda, Ketika tiga orang sedang berjalan, tiba-tiba turun hujan. Mereka berteduh di dalam gua di sebuah gunung. Mendadak mulut gua itu tertutup oleh sebuah batu besar, sehingga mereka terkurung. Satu sama lain mengatakan, Ingatlah semua amal baik yang pernah kamu lakukan karena Allah, lalu berdoalah kepada Allah dengan amal-amal itu. Semoga Allah akan menolong kesulitan kita ini. Salah seorang mereka mengatakan, Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku punya dua orang tua yang sudah renta. Mereka ikut keluargaku yang terdiri dari seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Akulah yang memelihara mereka. Aku biasa memerah susu buat mereka, biasanya aku utamakan kedua orang tuaku itu untuk minum terlebih dahulu daripada anak-anakku. Suatu hari karena kesibukan pekerjaanku, sore-sore aku baru pulang. dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tidur. Seperti biasanya akupun memerah susu. Aku taruh susu itu ke dalam sebuah bejana. Aku berdiri di dekat kedua orang tuaku itu, namun aku tidak mau membangunkan mereka dari tidurnya yang nyenyak. Aku juga tidak membiarkan susu itu diminum oleh anak-anakku sebelum orang tuaku, sekalipun mereka merengek-rengek di hadapanku karena lapar dan dahaga. Aku terus setia menunggui mereka dan mereka juga tetap pula tidur sampai terbit fajar. Jika Engkau tahu apa yang aku lakukan itu adalah untuk mengharap keridaan-Mu, maka tolonglah aku dari kesulitan ini, sehingga kami bisa melihat langit. Allah berkenan menolong kesulitan mereka, sehingga mereka bisa melihat langit. Yang lain segera mengatakan, Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku pernah mempunyai seorang keponakan perempuan yang sangat aku cintai, seperti cintanya seorang laki-laki terhadap seorang perempuan yang sangat mendalam. Aku minta supaya ia mau melayani kemauan nafsuku, tetapi ia tidak mau, kecuali kalau aku memberikan uang padanya sebanyak seratus dinar. Dengan susah payah akhirnya aku mampu mengumpulkan uang sebanyak itu. Aku datang kepadanya dengan membawa sejumlah yang ia minta tersebut. Ketika baru saja aku hendak memulai menyetubuhinya, ia berkata, Wahai hamba Allah, takutlah kepada Allah. Janganlah kamu merenggut keperawanan kecuali dengan pernikahan terlebih dahulu. Seketika itu aku berdiri. Apabila Engkau tahu bahwa apa yang aku lakukan itu adalah untuk mencari keridaan-Mu, maka tolonglah kami dari kesulitan ini. Allah-pun berkenan menolong mereka. Terlihat batu besar itu agak terbuka lagi. Yang ketiga berkata, Ya Allah, sesungguhnya pernah aku mempekerjakan seorang pekerja dengan upah tiga sha` beras. Ketika sudah merampungkan pekerjaannya, ia berkata, Berikan bayaranku, tetapi aku menolaknya, sehingga dia merasa benci kepadaku. Kemudian aku terus menanami lahan yang dia kerjakan, sehingga aku mampu memiliki seekor sapi dan lahan penggembalaannya. Satu hari dia datang lagi kepadaku dan berkata, Kamu jangan menganiaya hakku. Takutlah kepada Allah. Kemudian aku katakan padanya, Ambillah sapi itu berikut dengan lahan penggembalaannya. Dia berkata, Takutlah kepada Allah, jangan menghina aku. Aku katakan, Sesungguhnya aku tidak menghina kamu. Ambillah sapi itu berikut ladang penggembalaannya. Akhirnya hartaku itu diambilnya. Jika menurut-Mu apa yang aku lakukan itu untuk mencari keridaan-Mu, maka tolonglah kami dari kesulitan yang tinggal sedikit ini. Akhirnya Allah-pun menolong mereka


HADIS BAB 47 ILMU



1529 Hadis riwayat Aisyah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. membaca firman Allah,  (Dialah yang menurunkan Al Kitab "Al Qur`an" kepada kamu. Di antara "isi" nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al Qur`an dan yang lain "ayat-ayat" mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat, untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami, tidak dapat mengambil pelajaran "daripadanya" melainkan orang-orang yang berakal). Setelah membaca firman tersebut Rasulullah saw. bersabda, Apabila kamu melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat dari Al Qur`an, maka mereka itulah orang-orang yang telah disebut oleh Allah. Maka waspadalah terhadap mereka

1530 Hadis riwayat Jundub bin Abdullah Al Bajali ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Bacalah Al Qur`an, sepanjang hati kalian menyetujuinya, apabila kalian memperselisihkannya, maka berdiri sajalah

1531 Hadis riwayat Aisyah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya laki-laki yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang sangat bermusuhan

1532 Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Sungguh kalian telah mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Seandainya mereka masuk ke dalam liang biawak, kalianpun akan mengikuti mereka. Kami bertanya, Wahai Rasulullah! orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani ؟ Beliau bersabda, Siapa lagi

1533 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Di antara tanda-tanda kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan

1534 Hadis riwayat Abu Musa ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya menjelang terjadinya kiamat terdapat beberapa hari di mana pada hari-hari itu ilmu akan diangkat, turun kebodohan dan banyak terjadi peristiwa pembunuhan

1535 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Kiamat semakin dekat, ilmu diambil, muncul berbagai fitnah, sifat kikir merajalela dan banyak terjadi Al harj. Para sahabat bertanya, Apa itu Al harj ؟ Rasulullah saw. menjawab, Yaitu pembunuhan

1536 Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra. ia berkata,  Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mengambilnya dari manusia, melainkan mengambilnya dengan mengambil para ulamanya, hingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ulamapun, praktis manusia akan menjadi bodoh. Ketika ditanya, mereka memberi fatwa tidak berdasarkan ilmu, akibatnya mereka sesat dan menyesatkan

1537 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,  Rasulullah saw. bersabda, Allah Taala berfirman, Aku sesuai dengan sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Akupun mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kumpulan kaum, maka Aku akan mengingatnya yang lebih baik daripada yang mereka lakukan. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan biasa, maka Aku akan datang padanya dengan berlari-lari kecil