Jumat, 06 April 2012

HADIS BAB 43 KEUTAMAAN PARA SAHABAT

1367. Hadis riwayat Abu Bakar Siddik ra. ia berkata,
Kami melihat kaki orang-orang musyrik di atas kepala kami tatkala kami berada dalam gua tersebut. Aku berkata, Wahai Rasulullah kalau saja salah seorang dari mereka melihat ke salah satu kakinya, niscaya dia akan melihat kita yang berada di bawahnya. Beliau bersabda, Wahai Abu Bakar! Apa dugaanmu yang bakal terjadi pada dua orang di mana yang ketiganya adalah Allah

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4389

1368. Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata bahwa,
Rasulullah saw. pada satu hari berada di atas mimbar. Beliau bersabda, Ada seorang hamba yang oleh Allah disuruh memilih antara mendapatkan kemewahan di dunia dari Allah atau mendapatkan sesuatu dari fadilah Allah. Ternyata hamba itu memilih sesuatu dari Fadilah Allah. Setelah itu Abu Bakar kelihatan menangis tersedu-sedu. dia mengatakan, Aku bersedia menebus Anda, demi bapak dan ibuku. Abu Said Al Khudri ra. mengatakan, Rasulullah saw. lah yang dipilihnya. dan Abu Bakar sendiri yang memberitahukan hal itu kepadaku. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku baik secara moral maupun secara material adalah Abu Bakar. Kalau saja aku boleh mengambil seorang khalil (kekasih), niscaya aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi dia adalah saudaraku di dalam Islam. Sungguh tidak akan diciptakan di mesjid ini sebuah pintu kecilpun kecuali hal itu memang milik Abu Bakar

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4390

1369. Hadis riwayat Amru bin Ash ra. bahwa
Rasulullah saw. pernah mengutusnya menghadapi sekelompok pasukan Zatu Salasil. Aku menemui beliau dan bertanya, Siapa orang yang paling Anda cintai ؟ Beliau menjawab, Aisyah. Aku bertanya, dari kaum laki-laki ؟ Beliau menjawab, Ayah Aisyah. Aku bertanya, Lalu siapa ؟ Beliau menjawab, Umar. Setelah itu beliau menyebutkan nama beberapa orang sahabat yang lain

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4396

1370. Hadis riwayat Zubair bin Muth`im ra.
dari Muhammad bin Zubair bin Muth`im dari Ayahnya bahwa, seorang wanita pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah saw. Beliau menyuruh wanita itu supaya kembali lagi kepada beliau lain kali. Sebelum pergi, wanita itu bertanya, Wahai Rasulullah! Bagaimana menurut engkau kalau aku nanti datang dan kebetulan tidak menjumpaimu. Beliau bersabda, Jika kamu nanti ternyata tidak menjumpaiku, maka temuilah Abu Bakar

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4398

1371. Hadis riwayat Aisyah ra. ia berkata,
Sewaktu Rasulullah saw. sakit, beliau berkata kepadaku, Tolong panggilkan Abu Bakar dan saudaramu laki-laki, aku ingin menulis surat. Sesungguhnya aku merasa khawatir terhadap orang yang ambisius yang mengatakan, Aku adalah orang yang paling berhak, sementara Allah dan orang-orang mukmin merasa enggan kecuali Abu Bakar

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4399

1372. Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Ketika seorang laki-laki sedang menuntun seekor sapi miliknya yang sedang memikul beban, tiba-tiba sapi tersebut menoleh ke padanya dan berkata, Sesungguhnya aku diciptakan bukan untuk ini, melainkan untuk mengolah lahan pertanian. Mereka benar-benar merasa kagum dan terkejut. Mereka rasanya tidak percaya bahwa seekor sapi dapat berbicara ؟ Rasulullah saw. bersabda, Tetapi sesungguhnya aku, Abu Bakar dan Umar mempercayainya. Seterusnya Abu Hurairah ra. mengatakan, Rasulullah saw. bersabda, Ketika seorang penggembala sedang mengurusi kambingnya, mendadak ada seekor singa mengejar dan berhasil menerkam seekor kambingnya. Penggembala tadi berusaha merebutnya dan dia berhasil menyelamatkan kambingnya tersebut. Tiba-tiba saja singa tadi menoleh padanya dan berkata, Siapakah yang pada pagi hari ini berhasil menghalau dari sergapan seekor binatang buas ؟ Padahal hari ini tidak ada seorang penggembalapun selain aku. Orang-orang yang menyaksikan berkata, Maha Suci Allah. Namun Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya aku, Abu Bakar dan Umar mempercayainya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4401

1373. Hadis riwayat Ali ra. bahwa,
Ibnu Abbas ra. berkata, Sebelum diangkat ke pemakaman, jasad Umar bin Khattab ra. diletakkan di atas tempat tidurnya kemudian orang-orang mengkafaninya, mereka mendoakannya, mensalatkannya, dan memuji beberapa kebajikannya, sedang aku adalah salah satu dari mereka. Kemudian dia melanjutkan, Tidak ada yang menjadi perhatian bagiku saat itu, kecuali seorang yang memegang pundakku dari belakang, aku menoleh kepadanya, ternyata dia adalah Ali yang turut berduka cita atas meninggalnya Umar. Kemudian dia berkata, Tidak ada orang yang lebih aku sukai ketika berjumpa dengan Allah atas amal perbuatannya daripada engkau, mudah-mudahan Allah menempatkanmu bersama dua orang sahabatmu. Dalam hal ini aku sering mendengar Rasulullah saw. bersabda, Saya datang bersama Abu Bakar dan Umar. Aku masuk surga bersama Abu Bakar dan Umar. dan akupun keluar bersama Abu Bakar dan Umar. Sungguh aku berharap semoga Allah berkenan mempertemukanmu dengan mereka

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4402 -

1374. Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Ketika sedang tidur, aku bermimpi melihat banyak orang sedang berkumpul dengan mengenakan pakaian yang beraneka-ragam, ada yang berpakaian hanya sebatas dada dan ada pula yang berpakaian kurang dari itu, sementara Umar bin Khattab berjalan dengan mengenakan pakaian yang diseret. Mereka bertanya, Bagaimana penafsiranmu mengenai mimpimu tersebut, wahai Rasulullah ؟ Beliau bersabda, yang diseret oleh Umar tersebut ialah agama

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4403

1375. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.
dari Rasulullah saw. beliau bersabda, Ketika sedang tidur, aku bermimpi melihat sebuah bejana berisi susu dihidangkan kepadaku. Akupun meminumnya sampai kesegarannya merasuk pada kuku-kukuku. Sisanya aku berikan kepada Umar bin Khattab. Para sahabat bertanya, Bagaimana penafsiranmu mengenai mimpi itu wahai Rasulullah ؟ Beliau menjawab, Itu adalah ilmu

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4404

1376. Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Ketika sedang tidur, aku bermimpi melihat diriku sendiri berada di dekat sebuah sumur dengan sebuah timba di sampingnya. Aku mengambil air sumur itu cukup banyak. Aku melihat Abu Bakar memegang timba, dengan timba itu dia mengambil air dari sumur sebanyak dua atau tiga timba. Setiap pengambilan ada kekurangan dan semoga Allah mengampuninya. Lalu timba tersebut berubah menjadi besar dan digunakan oleh Umar bin Khattab ra. Aku tidak melihat seorang jeniuspun dari umat manusia yang bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Umar bin Khattab sehingga orang-orang bisa memberikan minuman kepada unta-untanya dan mereka mengirim kembali ke kandangnya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4405

1377. Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata
bahwa Rasulullah saw. bersabda, Aku bermimpi melihat diriku seakan-akan sedang mengambil air dengan menggunakan timba yang berada di atas sebuah sumur. Abu Bakar datang ikut membantuku mengambikan air sebanyak dua atau tiga timba. Namun pada setiap pengambilan selalu terdapat kekurangan. Semoga Allah mengampuninya. Kemudian datang Umar ikut mengambil air, tiba-tiba saja timba tersebut berubah menjadi besar. Aku tidak pernah melihat seorang jeniuspun dari umat manusia yang bisa melakukan pekerjaan sesempurna Umar. Sehingga kebutuhan orang-orang terhadap air dapat tercukupi dan mereka menggiring kembali unta-unta mereka ke kandangnya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4407

1378. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.
dari Nabi saw, beliau bersabda, Aku masuk ke dalam surga, di dalamnya aku melihat sebuah rumah atau sebuah istana. Aku bertanya, Untuk siapa itu ؟ Para Malaikat menjawab, Untuk Umar bin Khattab Aku bermaksud memasukinya, namun segera teringat olehku kecemburuanmu. Mendengar itu seketika Umar menangis dan berkata, Wahai Rasulullah! Layakkah orang seperti engkau dicemburui

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4408

1379. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.
dari Rasulullah saw. beliau bersabda, Saat tengah tidur, aku bermimpi melihat diriku sendiri berada di Surga. Aku melihat seorang wanita sedang berwudu di samping sebuah istana. Aku bertanya, Untuk siapa istana ini ؟ Para Malaikat menjawab, Untuk Umar bin Khattab. Tiba-tiba saja aku teringat akan kecemburuan Umar. Maka akupun pergi meninggalkan tempat itu. Lebih lanjut Abu Hurairah ra. mengatakan, Mendengar itu seketika Umar menangis di tengah-tengah sebuah majlis yang di sana juga terdapat Rasulullah saw. Umar berkata, Demi Allah, wahai Rasulullah! Layakkah orang seperti engkau dicemburui ؟

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4409

1380. Hadis riwayat Saad bin Abu Waqqas ra. ia berkata,
Pada suatu hari Umar minta izin masuk menjumpai Rasulullah saw. Waktu itu ada beberapa orang wanita Quraisy sedang berbincang-bincang dengan suara yang cukup keras. Mereka mengajukan beberapa masalah atau pertanyaan kepada Rasulullah saw. Tiba-tiba wanita-wanita tadi bergegas menuju ke balik tabir. Rasulullah saw. mengizinkan Umar untuk masuk. Beliau tersenyum melihat Umar. Umar mengatakan, Semoga Allah memanjangkan usiamu wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda, Aku heran terhadap ulah wanita-wanita yang tadi berada di sampingku. Ketika mendengar suaramu, mereka langsung bergegas pergi ke balik tabir. Umar menyela, Bagaimanapun engkaulah orang yang paling berhak untuk ditakuti, wahai Rasulullah. Kepada wanita-wanita tadi Umar mengatakan, Wahai wanita-wanita yang menjadi musuh diri sendiri, patutkah kalian merasa takut kepadaku namun tidak merasa takut kepada Rasulullah saw.؟ Mereka menjawab, Ya, lantaran kamu lebih kasar dan lebih keras ketimbang beliau. Rasulullah saw. bersabda, Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika Setan bertemu denganmu di sebuah jalan, maka dia tentu akan berusaha menghindar mencari jalan selain jalan yang kau lalui

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4410

1381. Hadis riwayat Umar ra. ia berkata,
Pendapatku pernah bertepatan dengan kehendak Tuhanku dalam tiga hal, dalam hal maqam Ibrahim, dalam hal tabir, dan masalah tawanan perang Badar

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4412

1382. Hadis riwayat Ibnu Umar ra. ia berkata,
Ketika Abdullah bin Ubai bin Salul meninggal dunia, anaknya, Abdullah bin Abdullah datang menemui Rasulullah saw. meminta agar Rasulullah saw. berkenan memberikan pakaiannya untuk digunakan mengkafani jenazah ayahnya. Beliau penuhi permintaannya tersebut. Abdullah juga meminta agar beliau berkenan mensalatkan jenazah ayahnya. Rasulullah saw. pun berdiri untuk memenuhi permintaan Abdullah itu. Umar ikut berdiri dan menarik pakaian Rasulullah saw. seraya bersabda, Wahai Rasulullah! Patutkah engkau mensalatkan jenazah ayahnya ؟ Bukankah Allah melarangmu melakukan hal itu ؟ Rasulullah saw. bersabda, Sebenarnya Allah telah memberikan kesempatan kepadaku untuk memilih. Allah telah berfirman, اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً(Kamu memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampunan bagi mereka "adalah sama saja". Kendatipun kamu mohonkan ampunan bagi mereka berulang sampai tujuh puluh kali). Aku akan menambahnya lebih dari tujuh puluh kali. Umar berkata, Abdullah bin Ubai bin Salul itu orang munafik. Rasulullah saw. tetap mensalatkan jenazah bukan orang Islam tersebut. Saat itulah Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung menurunkan firman-Nya, وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ(Janganlah kamu sekali-kali mensalatkan "jenazah" seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di atas kuburnya)

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4413

1383. Hadis riwayat Abu Musa Asyari ra. ia berkata,
Tatkala Rasulullah saw. berada di sebuah kebun atau taman di Madinah, dan sedang bertelakan dengan menancapkan tongkatnya di atas tanah yang berair, tiba-tiba seorang yang ingin menemui Rasulullah saw datang. Beliau bersabda kepada pelayan, Bukakanlah pintu dan sampaikan kepadanya kabar gembira tentang Surga. Orang tersebut ternyata adalah Abu Bakar. Akupun mempersilahkannya dan menyampaikan pesan Rasulullah saw. tersebut. Tak lama kemudian datang lagi seorang minta dibukakan. Rasulullah saw. bersabda, Bukakanlah pintu dan sampaikan kabar gembira kepadanya mengenai Surga. Aku beranjak dan ternyata orang tersebut adalah Umar. Aku pun mempersilahkannya dan menyampaikan pesan Rasulullah saw. tersebut. Kemudian datang lagi seorang yang juga ingin dibukakan. Kali ini tiba-tiba Rasulullah saw. duduk dan bersabda, Bukakanlah pintu dan sampaikanlah kabar gembira tentang Surga atas musibah yang akan menimpa. Akupun pergi menemui orang itu, ternyata dia adalah Usman bin Affan. Aku bukakan pintu untuknya dan tak lupa aku sampaikan pesan Rasulullah tersebut. Usman lalu berkata, Ya Allah, berilah aku kesabaran. Allah-lah yang dimohon pertolongan-Nya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4416

1384. Hadis riwayat Saad bin Abu Waqqas ra. ia berkata,
Rasulullah saw. berkata kepada Ali bin Abu Talib, Sesungguhnya kedudukanmu terhadapku adalah seperti kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja sesudahku tidak ada lagi seorang nabi

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4418

1385. Hadis riwayat Sahl bin Saad ra. bahwa,
Sesungguhnya menjelang peristiwa perang Khaibar, Rasulullah saw. bersabda, Sungguh akan aku berikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang pada tangannya Allah akan memberi kemenangan, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, yang juga dicintai Allah dan Rasul-Nya. Sepanjang malam orang-orang sibuk dan ramai membicarakan tentang siapa orang yang akan diberi bendera oleh Rasulullah saw. itu. Pagi-pagi sekali mereka menghadap Rasulullah saw. Mereka semua berharap agar diberi bendera tersebut. Rasulullah saw. bertanya, Di mana Ali bin Abu Talib ؟ Mereka menjawab, dia mengeluh matanya sedang sakit, wahai Rasulullah. Merekapun menjemput Ali dan membawanya menghadap Rasulullah saw. Setelah diludahi dan didoakan oleh Rasulullah saw. seketika itu juga, mata Ali sembuh seakan-akan sebelumnya tidak sakit. Selanjutnya Rasulullah saw. memberikan bendera itu kepada Ali. Ali berkata, Wahai Rasulullah, akan aku perangi mereka sampai mereka seperti aku. Rasulullah saw. bersabda, Laksanakanlah dengan tidak usah terburu-buru. Tenanglah saat kamu berhenti di wilayah mereka. Ajaklah mereka masuk pada agama Islam. Beritahukan kepada mereka tentang hak Allah yang wajib mereka penuhi yang ada dalam ajaran Islam. Demi Allah, jika Allah memberikan petunjuk kepada seorang lantaran kamu, adalah lebih baik bagimu daripada memiliki unta sebanyak satu jurang penuh

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4423

1386. Hadis riwayat Salamah bin Al Akwa' ra. ia berkata,
Pada peristiwa perang Khaibar, Ali Abu Talib ra. berangkat belakangan setelah Nabi saw, waktu itu dia memang sedang terserang penyakit mata. Dia mengatakan, Sengaja aku berangkat belakangan sesudah Rasulullah saw, tetapi Ali dapat menyusul Rasulullah saw. Pada waktu sore di mana pagi harinya Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Islam, Rasulullah saw. bersabda, Sungguh akan aku berikan atau aku suruh memegang bendera besok hari seorang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Mudah-mudahan saja Allah memberikan kemenangan atasnya. Tiba-tiba kami bertemu dengan Ali, sehingga keinginanku untuk diberi bendera tersebut menjadi buyar. Para sahabat berkata, Inilah Ali. Rasulullah saw-pun memberikan bendera tersebut kepada Ali. dan akhirnya Allah memang memberikan kemenangan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4424

1387. Hadis riwayat Sahl bin Saad ra. ia berkata,
Satu hari Rasulullah saw. datang ke rumah Fatimah. Di rumah putrinya itu beliau tidak mendapati Ali. Beliau bertanya kepada Fatimah, Di mana anak pamanmu ؟ Fatimah menjawab, Terjadi sesuatu antara aku dan dia, setelah marah kepadaku diapun keluar entah ke mana, bahkan dia tidak tidur siang di sini pada hari ini. Rasulullah saw. berkata kepada seorang sahabat, Coba kamu cari di mana Ali ! Tidak lama kemudian seorang sahabat yang disuruh mencari Ali itu datang dan berkata, Wahai Rasulullah! Ali sedang tidur dalam mesjid. Rasulullah saw. menemuinya, pada waktu itu posisi tidur Ali terlentang sementara sorban yang dipakai jatuh ke tanah sehingga terkena debu. Rasulullah saw. mengangkat kain sorban itu seraya berkata, Bangun! wahai Abu Turab. Bangun, wahai Abu Turab

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4426

1388. Hadis riwayat Aisyah ra. ia berkata,
Pada suatu malam Rasulullah saw. merasa sulit tidur. Beliau bersabda dalam hatinya, Seandainya pada malam ini ada seorang sahabatku yang saleh sudi menjagaku. Tiba-tiba aku mendengar ada suara ayunan pedang. Rasulullah saw. kaget dan bertanya, Siapa ini ؟ Ia menjawab, Saad bin Abu Waqqas wahai Rasulullah! Aku datang untuk menjagamu. Aisyah berkata, Sesaat kemudian Rasulullah saw. tertidur sampai Aku mendengar dengkurannya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4427

1389. Hadis riwayat Ali bin Abu Talib ra. ia berkata,
Rasulullah saw. tidak pernah bersumpah dengan menyebut kedua orang tuanya kepada seorang pun, kecuali kepada Saad bin Malik. Pada perang Uhud, Rasulullah saw. pernah bersabda kepadanya, Tebusanmu ialah ayah dan ibuku

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4429

1390. Hadis riwayat Saad bin Abi Waqqas ra. ia berkata,
Rasulullah saw. pernah bersumpah menyebut kedua orang tuanya sekaligus pada hari pertempuran Uhud

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4430

1391. Hadis riwayat Talhah dan Saad ra.
dari Abu Usman ia berkata, Tidak ada yang tinggal bersama Rasulullah saw. pada hari di mana beliau berperang, selain Talhah dan Saad. Secara langsung keduanya menceritakan itu kepadaku

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4435

1392. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. menganjurkan orang-orang untuk ikut dalam perang Khandaq lalu Zubair langsung menyambut anjuran itu. Beliau menganjurkan kepada mereka lagi lalu Zubair segera menyambutnya. Kemudian beliau sekali lagi menganjurkan kepada mereka, dan Zubair pun menyambutnya. Nabi saw. lalu bersabda: Setiap nabi itu memiliki seorang pembela, dan pembelaku ialah Zubair
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4436


1393. Hadis riwayat Abdullah bin Zubair ra., ia berkata:
Aku dan Umar bin Abu Salamah pada perang Khandaq bersama dengan beberapa orang wanita sedang berada di bangunan tinggi milik Hasan. Sesekali dia membungkukkan badannya supaya aku dapat melihat (pasukan Islam) dan sesekali giliranku yang membungkukkan badanku supaya ia dapat melihat mereka. Saat itu aku dapat melihat ayahku yang lewat dengan menunggang kudanya menuju ke kaum Bani Quraizhah. Kata perawi: Abdullah bin Urwah memberitahukanku dari Abdullah bin Zubair dan berkata: Aku lalu menuturkan hal itu kepada ayahku. Ayahku bertanya: Dan engkau melihatku, wahai anakku? Aku menjawab: Ya. Beliau berkata pula: Ingatlah, demi Allah! Pada waktu itu Rasulullah saw. telah berkata kepadaku dengan menyebutkan kedua orang tuanya kemudian ia berkata: Demi ayah dan ibuku sebagai jaminan
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4437


1394. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Dari Urwah bin Zubair ia berkata: Aisyah berkata kepadaku: Demi Allah, kedua orang tuamu adalah termasuk: Orang-orang yang tetap memenuhi perintah Allah dan Rasul, setelah mereka mendapatkan luka
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4440


1395. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya setiap umat itu memiliki seorang kepercayaan dan sesungguhnya orang kepercayaan kita wahai umatku ialah Abu Ubaidah bin Jarrah ra.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4442


1396. Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra., ia berkata:
Satu hari penduduk Najran datang kepada Rasulullah saw. lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Utuslah kepada kami seseorang yang dapat dipercaya! Rasulullah saw. bersabda: Aku akan mengutus kepada kalian seseorang yang dapat dipercaya, benar-benar dapat dipercaya, benar-benar bisa dipercaya. Orang-orang segera saling mengharapkan kedudukan itu. Huzaifah bin Yaman berkata: Kemudian Rasulullah saw. akhirnya mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ra.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4444


1397. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw. bahwa sesungguhnya beliau pernah berdoa untuk Hasan: Ya Allah! Sesungguhnya aku sangat mencintainya, maka cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4445


1398. Hadis riwayat Barra' bin Azib ra. dia berkata:
Aku pernah menyaksikan Hasan bin Ali berada dalam pelukan Nabi saw., beliau berdoa: Ya Allah! Sesungguhnya aku sangat mencintainya, maka cintailah dia
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4447


1399. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa ia pernah berkata: Kami tidak memanggil Zaid bin Haritsah kecuali dengan panggilan Zaid bin Muhammad sampai turun ayat Alquran berikut ini: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-
bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4451


1400. Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. mengirim satu pasukan tentara lalu mengangkat Usamah bin Zaid sebagai pemimpin mereka. Orang-orang kemudian banyak yang mencela kepemimpinannya. Rasulullah saw. segera bangkit seraya bersabda: Apabila kalian mencela kepemimpinannya berarti kalian juga telah mencela kepemimpinan ayahnya sebelum ini. Demi Allah, dia adalah orang yang berhak memegang kepemimpinan karena orang itu harus sebagai orang yang paling aku cintai dan sesungguhnya orang ini adalah termasuk orang yang paling aku cintai sesudahnya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4452


1401. Hadis riwayat Abdullah bin Jakfar ra.:
Dari Abdullah bin Abu Mulaikah bahwa Abdullah bin Jakfar berkata kepada Ibnu Zubair ra.: Ingatkah kamu ketika kita yaitu saya, kamu dan Ibnu Abbas ra. bertemu dengan Rasulullah saw.? Ibnu Zubair menjawab: Ya, beliau menggendong kami dan meninggalkanmu
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4454


1402. Hadis riwayat Abdullah bin Jakfar ra., ia berkata:
Apabila Rasulullah saw. kembali dari suatu perjalanan, beliau biasa disambut oleh anak-anak anggota keluarganya. Satu hari beliau pulang dari bepergian dan aku lebih dahulu menyambut beliau, lalu aku digendong beliau. Kemudian salah seorang anak Fatimah menyambutnya, dia pun digendong di belakang. Kemudian kami bertiga memasuki kota Madinah di atas binatang tunggangan
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4455


1403. Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata:
Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran. Sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4458


1404. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Jibril datang kepada Nabi saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang kepada engkau dengan membawa bejana berisi lauk pauk atau makanan atau minuman. Apabila ia datang kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dan juga dariku dan kabarkanlah berita gembira kepadanya mengenai sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara di dalamnya tidak ada keributan dan kesusahan
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4460


1405. Hadis riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra.:
Dari Ismail ia berkata: Aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa: Apakah Rasulullah saw. pernah menyampaikan kabar gembira kepada Khadijah dengan sebuah rumah di surga? Dia menjawab: Betul. Beliau pernah menyampaikan kabar gembira kepada istrinya itu dengan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara di dalamnya tidak ada hiruk-pikuk dan kesusahan
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4461


1406. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah menyampaikan kabar gembira kepada Khadijah binti Khuwailid tentang sebuah rumah di surga

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4462


1407. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah, meminta izin masuk menemui Rasulullah saw. tiba-tiba beliau teringat kembali akan gaya Khadijah setiap kali ia meminta izin masuk. Maka beliau sangat senang sekali dengan kedatangan saudara perempuan Khadijah tersebut. Beliau lalu berdoa untuknya dan berkata: Mari silakan, wahai Halah binti Khuwailid. Lantas rasa cemburuku timbul. Maka aku katakan kepada beliau: Apa yang membuatmu teringat pada seorang wanita Quraisy yang sudah nenek-nenek dan sudah ompong yang telah meninggal untuk selamanya? Bukankah Allah telah memberikan ganti yang lebih baik darinya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4467


1408. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah bersabda: Tiga malam aku bermimpi melihat kamu. Malaikat datang kepadaku mengantarkanmu dengan memakai sepotong baju sutera seraya berkata: Inilah istrimu. Ketika aku buka wajahmu, ternyata itu memang benar-benar kamu. Lalu aku katakan: Kalau itu memang datang dari sisi Allah, maka Allah pasti akan menjadikannya kenyataan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4468


1409. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah berkata kepadaku: Sesungguhnya aku tahu saat kamu sedang senang kepadaku, dan saat kamu sedang marah kepadaku. Aku bertanya: Dari mana engkau mengetahui hal itu? Rasulullah saw. menjawab: Sebab kalau kamu sedang senang padaku, maka kamu akan mengatakan: Tidak, demi Tuhan Muhammad tetapi kalau kamu sedang marah, maka kamu akan mengatakan: Tidak, demi Tuhan Ibrahim. Aku katakan: Benar itu, wahai Rasulullah. Demi Allah, aku hanya meninggalkan namamu

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4469


1410. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa ia pernah bermain-main dengan beberapa kawan perempuannya di hadapan Rasulullah saw. Aisyah berkata: Tiba-tiba kawan-kawanku mendekati aku karena mereka ingin bersembunyi dari rasa malu kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian menyuruh mereka untuk menemuiku
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4470


1411. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa orang-orang menanti-nantikan untuk memberikan hadiah pada waktu Rasulullah saw. berada di rumah Aisyah. Mereka melakukan hal itu untuk mendapatkan keridaan Rasulullah saw.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4471


1412. Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw., ia berkata:
Beberapa orang istri Nabi saw. mengutus Fatimah binti Rasulullah saw. untuk menemui beliau. Lalu Fatimah meminta izin masuk, sedang Rasulullah saw. masih bersamaku dalam selimut. Lalu beliau mengizinkannya, kemudian Fatimah berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah. Saat itu aku hanya diam saja. Rasulullah saw. berkata kepada Fatimah: Wahai putriku! Tidakkah kamu menyukai apa yang aku sukas.i? Fatimah menjawab: Benar. Rasulullah saw. berkata lagi: Maka cintailah istriku yang satu ini. Mendengar perkataan ayahnya tersebut, Fatimah lalu segera beranjak meninggalkan Rasulullah untuk kembali kepada para istri beliau yang lain dan mengabarkan kepada mereka apa yang telah ia katakan dan apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw. kepadanya. Lalu mereka berkata kepadanya: Kami merasa kamu belum berbuat sesuatu apapun untuk kami, maka kembalilah menghadap Rasulullah saw. dan katakan kepada beliau: Sesungguhnya istri-istrimu yang lain sangat mendambakan keadilan seperti yang engkau perlihatkan kepada putri Abu Quhafah itu. Fatimah menjawab: Demi Allah aku tidak mau mengajak bicara beliau tentang Aisyah selama-lamanya. Aisyah berkata: Lalu istri-istri Nabi saw. itu menyuruh Zainab binti Jahsy ra., istri Nabi dan dialah yang menandingiku di antara mereka untuk merebut kedudukan di hati Rasulullah saw., dan aku tidak pernah melihat seorang wanita pun selain Zainab yang lebih baik dalam beragama, lebih bertakwa kepada Allah, lebih jujur bicaranya, paling kuat bersilaturahmi, paling banyak bersedekah dan paling sering mengalami cobaan dalam dirinya dalam melakukan pekerjaan untuk bersedekah dan mendekatkan diri kepada Allah kecuali perilaku mudah emosi dan marah yang ada pada dirinya namun ia cepat kembali (tenang). Ia berkata: Lalu Zainab meminta izin menemui Rasulullah saw. yang pada waktu itu beliau sedang (tidur) bersama Aisyah dalam selimutnya seperti saat Fatimah menemuinya. Kemudian Rasulullah saw. mempersilakannya, dan Zainab pun berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya istri-istrimu yang lain mengutusku untuk menemuimu, mereka meminta keadilan seperti yang engkau berikan kepada putri Abu Quhafah. Aisyah berkata: Kemudian ia menyinggung tentang diriku dan melampaui batas, namun aku tetap memandang Rasulullah saw. dan melihat ke arah mata beliau apakah beliau mengizinkan aku untuk ikut berbicara. Aisyah melanjutkan: Zaenab tetap tidak beranjak sampai aku ketahui bahwa Rasulullah saw. sudah tidak merasa keberatan kalau aku membela diri. Aisyah melanjutkan: Ketika aku menyinggungnya dan terus tidak memberi kesempatan sedikitpun padanya sampai aku selesai membalasnya. Aisyah melanjutkan: Lalu Rasulullah saw. tersenyum dan berkata: Ia memang benar-benar putri Abu Bakar

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4472


1413. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Apabila Rasulullah saw. sedang merasa gundah, beliau akan bertanya-tanya: Di manakah aku hari ini, di manakah aku esok hari, karena merasa lama menunggu hari giliran Aisyah. Aisyah melanjutkan: Ketika pada hari giliranku Allah mencabut nyawa beliau yang masih berada dalam pelukanku
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4473


1414. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. apabila hendak melakukan perjalanan, beliau selalu mengadakan undian di antara istri-istrinya, lalu keluarlah undian tersebut untuk Aisyah dan Hafshah sehingga mereka berdua berangkat bersama Rasulullah saw. Dan pada malam hari, Rasulullah saw. berjalan bersama Aisyah untuk bercakap-cakap dengannya. Suatu kali berkatalah Hafshah kepada Aisyah: Maukah kamu malam ini menunggangi untaku dan aku menunggangi untamu sehingga kamu dapat melihat begitu juga aku. Aisyah menjawab: Baiklah. Maka Aisyah lalu menunggangi unta milik Hafshah dan Hafshah menunggangi unta Aisyah. Lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri unta milik Aisyah yang ditunggangi oleh Hafshah kemudian mengucapkan salam dan berjalan bersamanya sampai mereka turun berhenti. Tiba-tiba Aisyah merasa kehilangan Rasulullah dan merasa cemburu. Ketika mereka turun berhenti, mulailah Aisyah menendangkan kakinya ke tumbuh-tumbuhan izkhir yang harum baunya sambil berkata: Ya Tuhanku! Semoga ada kalajengking atau ular yang menggigitku sedang aku tidak dapat mengatakan sesuatu apapun kepada rasul-Mu

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4477


1415. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Keutamaan Aisyah atas wanita-wanita lain adalah seperti keutamaan tsarid (bubur daging dan roti) atas makanan yang lainnya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4478


1416. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa Nabi saw. pernah berkata kepadanya: Sesungguhnya malaikat Jibril mengucapkan salam kepadamu. Aisyah berkata: Lalu aku menjawab: Wa alaihissalam wa rahmatullahi (Semoga keselamatan serta rahmat Allah selalu terlimpahkan atasnya)
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4479


1417. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Pernah sebelas orang wanita duduk berkumpul saling berjanji dan bersepakat untuk tidak menutup-nutupi keadaan suami-suami mereka. Wanita pertama mengatakan: Suamiku seperti daging unta yang kurus berada di puncak gunung yang sukar didaki, tidak datar sehingga mudah dilalui dan tidak juga gemuk sehingga dapat dipindah-pindahkan. Wanita kedua mengatakan: Suamiku, aku terpaksa tidak dapat menuturkan mengenai keadaannya karena aku khawatir tidak dapat meninggalkannya. Jika aku menyebutkan sama halnya aku mengungkapkan rahasia aibnya. Wanita ketiga mengatakan: Suamiku berperawakan tinggi sekali. Jika aku berbicara maka aku akan diceraikannya dan jika aku diam aku pun akan dibiarkannya tanpa dicerai dan dikawinkan (muallaqah). Wanita keempat mengatakan: Suamiku seperti suasana malam di wilayah Tihamah, tidak panas dan tidak juga terlalu dingin, tidak menakutkan dan tidak juga membosankan. Wanita kelima mengatakan: Suamiku apabila sudah memasuki rumah, maka dia langsung tertidur nyenyak dan apabila keluar rumah dia seperti seekor singa tanpa menanyakan sesuatu apapun yang bukan termasuk urusannya. Wanita keenam mengatakan: Suamiku apabila makan, maka ia makan banyak sekali dengan bermacam jenis lauk dan jika minum maka semua sisa minuman akan diteguknya. Dan jika tidur dia akan berselimut tanpa mendekati diriku sehingga ia dapat merasakan nikmatnya kebersamaan. Wanita ketujuh mengatakan: Suamiku adalah orang yang tidak mengetahui kepentingan dirinya atau lemah syahwat serta tergagap-gagap bicaranya, setiap obat yang diminum tidak dapat menyembuhkan. Di samping itu dia juga orang yang mudah melukai dan memukul. Wanita kedelapan mengatakan: Suamiku beraroma wangi seperti zarnab dan sentuhannya selembut sentuhan seekor kelinci. Wanita kesembilan mengatakan: Suamiku adalah seorang terhormat, berpostur tinggi dan sangat dermawan, berumah dekat dengan tempat pertemuan. Wanita kesepuluh mengatakan: Suamiku adalah seorang pemilik unta yang banyak yang selalu menderum dan jarang sekali bergembala di padang rumput. Unta-unta tersebut jika mendengar suara alat musik kecapi, mereka merasa bahwa sebentar lagi mereka akan disembelih. Dan wanita yang kesebelas mengatakan: Suamiku bernama Abu Zara`. Tahukah kamu siapakah Abu Zara`? Dialah yang memberiku perhiasan anting-anting dan memberiku makan sehingga aku kelihatan gemuk dan selalu membuatku gembira sehingga aku merasa senang. Dia mendapati diriku dari keluarga tidak mampu yang tinggal di lereng bukit lalu mengajakku tinggal di daerah peternakan kuda dan unta dan dia juga seorang petani. Aku tidak pernah dicela bila berbicara di sisinya dan bila tidur aku dapat tidur dengan nyenyak sampai pagi. Dan bila minum aku dapat minum sampai puas. Lalu Ummu Abu Zara`, tahukah kamu siapakah Ummu Abu Zara`? Dia memiliki kantong-kantong bahan makanan yang besar-besar dan rumahnya sangat luas. Ibnu Abu Zara`, tahukah kamu siapakah Ibnu Abu Zara`? Dia memiliki tempat tidur laksana pedang yang dicabut dari sarungnya. Dia sudah merasa kenyang dengan hanya memakan sebelah kaki seekor anak kambing. Putri Abu Zara`, tahukah kamu siapakah putri Abu Zara` itu? Ia adalah seorang yang amat patuh terhadap kedua orang tuanya. Tubuhnya gemuk dan suka menimbulkan rasa iri tetangganya. Budak perempuan Abu Zara`, tahukah kamu siapakah budak perempuan Abu Zara`? Ia tidak pernah menyebarkan rahasia pembicaraan kami dan tidak menyia-nyiakan persediaan makanan kami serta tidak pernah mengotori rumah kami seperti sarang burung. Ia (sang istri) melanjutkan: Suatu hari Abu Zara` keluar dengan membawa bejana-bejana susu yang akan dijadikan mentega lalu bertemu dengan seorang wanita bersama kedua anaknya yang seperti dua ekor anak singa bermain dengan dua buah delima di bawah pinggang ibunya. Setelah itu aku diceraikannya demi untuk menikahi wanita tersebut. Lalu aku menikah lagi dengan seorang lelaki terhormat serta dermawan. Ia menunggangi seekor kuda yang sangat cepat larinya sambil membawa sebatang tombak dan memperlihatkan kepadaku kandang ternak yang penuh dengan unta, sapi dan kambing serta memberikanku sepasang dari setiap jenis binatang ternak tersebut. Dia berkata: Makanlah wahai Ummu Zara` dan bawalah untuk keluargamu. Kalau kukumpulkan semua pemberiannya pasti tidak akan mencapai harga tempat minum paling kecil milik Abu Zarra`. Aisyah berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Aku terhadapmu adalah seperti Abu Zara` terhadap Ummu Zara`
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4481


1418. Hadis riwayat Miswar bin Makhramah ra.:
Bahwa dia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda dari atas mimbar: Sesungguhnya keluarga Bani Hisyam bin Mughirah meminta restu kalau mereka akan menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abu Thalib. Tentu saja aku tidak merestui, aku tidak merestui, sekali lagi aku tidak merestui kecuali jika Ali bin Abu Thalib berkenan menceraikan putriku terlebih dahulu kemudian menikahi putri mereka tersebut. Karena putriku adalah bagian dari diriku, apa yang menggangguku akan mengganggunya dan apa yang menyakitkan aku akan menyakitkan dirinya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4482


1419. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. memanggil putrinya Fatimah ra., kemudian beliau membisikkan sesuatu kepadanya sehingga ia pun menangis kemudian beliau membisikkannya lagi sampai ia tertawa. Setelah itu Aisyah berkata: Aku bertanya kepada Fatimah: Apakah yang dibisikkan Rasulullah saw. itu kepadamu sehingga kamu menangis, kemudian apa lagi yang dibisikkan kepada kamu sehingga kamu tertawa? Fatimah menjawab: Beliau membisikkan kepadaku untuk mengabarkan kepadaku berita kemangkatannya lalu aku pun menangis kemudian beliau membisikkan lagi kepadaku untuk mengabarkan kepadaku bahwa aku adalah orang yang pertama kali menyusul beliau dari keluarganya lalu aku pun tertawa
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4486


1420. Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata:
Aku pernah diberitahukan bahwa malaikat Jibril as. suatu kali mendatangi Nabi saw. ketika Ummu Salamah sedang berada di sisi beliau. Ia berkata: Lalu mulailah ia bercakap-cakap kemudian beranjak pergi. Lalu bertanyalah Rasulullah saw. kepada Ummu Salamah: Siapakah orang ini? Ummu Salamah menjawab: Ini adalah Dihyah. Ia melanjutkan: Lalu Ummu Salamah berkata: Demi Allah, aku sama sekali tidak menyangka dia kecuali sebagai dia (Jibril) sampai aku mendengar khutbah Nabi saw. yang mengabarkan berita kami
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4489


1421. Hadis riwayat Aisyah ra., Ummul Mukminin, ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Orang yang paling cepat di antara kamu sekalian menyusul aku adalah orang yang paling panjang tangannya di antara kamu. Aisyah melanjutkan: Lalu mereka berlomba menjadi orang yang paling panjang tangan di antara mereka semua. Ternyata yang paling panjang tangannya di antara kami ialah Zainab sebab ia suka bekerja dengan tangannya sendiri dan suka memberikan sedekah
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4490


1422. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Nabi saw. tidak pernah memasuki (rumah) untuk menemui seorang wanitapun selain istri-istri beliau kecuali Ummu Sulaim. Karena beliau pernah masuk menemuinya, lalu hal itu ditanyakan kepada beliau kemudian beliau menjawab: Sesungguhnya aku merasa kasihan kepadanya, karena saudaranya terbunuh sewaktu bersamaku
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4493


1423. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku pernah diperlihatkan surga lalu aku melihat istri Abu Thalhah kemudian aku mendengar suara gesekan benda-benda kering di hadapanku dan ternyata itu adalah (suara langkah) Bilal
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4495

1424. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Selesai salat Subuh, Rasulullah saw. bertanya kepada Bilal: Wahai Bilal! Ceritakan kepadaku tentang perbuatan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkah sandalmu di depanku dalam surga. Bilal berkata: Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudu dengan sempurna pada setiap waktu malam dan siang kemudian melakukan salat sunat dengan wuduku itu sebanyak yang Allah kehendaki
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4497

1425. Hadis riwayat Abu musa ra., ia berkata:
Satu hari aku dan saudara lelakiku telah tiba dari Yaman lalu kami tinggal bersama untuk beberapa waktu. Kami tidak melihat Ibnu Masud dan ibunya kecuali sebagai termasuk anggota keluarga Rasulullah saw. karena mereka sering masuk dan menemani beliau
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4499


1426. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Berdasarkan bacaan siapakah kamu menyuruhku membaca karena sesungguhnya aku pernah membacakan tujuh puluh sekian surah di hadapan Rasulullah saw. dan para sahabat Rasulullah saw. pun sudah mengetahui bahwa akulah yang lebih mengetahui daripada mereka tentang Alquran. Seandainya aku mengetahui bahwa ada seseorang yang lebih mengetahui daripada aku, maka pasti aku akan pergi kepadanya. Selanjutnya Syaqiq mengatakan: Aku kemudian duduk mengikuti pengajian para sahabat Nabi Muhammad saw. namun aku tidak mendengar seorang pun yang menyangkal dan mencelanya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4502


1427. Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra.:
Dari Masruq ia berkata: Kami mendatangi Abdullah bin Amru dan bercakap-cakap dengannya. Ia berkata lagi: Ibnu Numer juga sedang bersamanya di sana. Lalu suatu hari kami membicarakan tentang Abdullah bin Masud ra. Kemudian Abdullah bin Amru mengatakan: Sesungguhnya kamu telah membicarakan tentang seorang lelaki yang selalu aku senangi setelah aku mendengar sesuatu tentangnya dari Rasulullah saw. yaitu aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Ambillah (belajarlah) Alquran dari empat orang yaitu dari Ibnu Ummu Abid ra., beliau memulai dengan menyebutnya pertama kali, Muaz bin Jabal ra., Ubay bin Kaab ra. serta dari Salim ra., budak Abu Hudzaifah bin Yaman ra.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4504


1428. Hadis riwayat Anas bin Malik ra. berkata:
Pada masa Rasulullah saw. Alquran telah dikumpulkan oleh empat orang yang semuanya berasal dari kaum Ansar yaitu, Muaz bin Jabal ra., Ubai bin Kaab ra., Zaid bin Tsabit ra. dan Abu Zaid ra.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4507

1429. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ketika jenazah Saad bin Muaz ra. masih berada di hadapan mereka berguncanglah arsy Tuhan Yang Maha Pengasih karenanya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4511

1430. Hadis riwayat Barra' ia berkata: 
Rasulullah saw. pernah dihadiahkan sepotong pakaian sutra lalu mulailah para sahabat saling memegangnya dan terkagum akan kelembutannya. Beliau lalu bersabda: Apakah kalian mengagumi kelembutan pakaian sutra ini, sesungguhnya sapu tangan milik Saad bin Muaz ra. di surga adalah lebih baik dan dan lebih lembut dari pakaian sutra ini
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4514

1431. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah dihadiahkan sepotong jubah yang terbuat dari sutra tipis, beliau sebelumnya telah melarang memakai pakaian sutra, lalu para sahabat mengagumi jubah itu. Beliau kemudian bersabda: Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya sapu tangan Muaz ra. di surga lebih bagus dari jubah ini
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4515

1432. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Setelah peristiwa perang Uhud, orang tuaku didatangkan dalam keadaan terbungkus sekujur tubuhnya karena jasadnya telah tercabik-cabik. Ketika aku bermaksud mengangkat kain yang membungkusnya, orang-orang segera melarangku, kemudian aku hendak mengangkat kain pembungkus itu lagi dan orang-orang kaumku tetap melarangku. Akhirnya Rasulullah saw. sendiri yang mengangkat kain pembungkus itu atau beliau memerintahkan untuk diangkat lalu diangkatlah kain itu. Tiba-tiba beliau mendengar suara tangisan atau jeritan seorang wanita, lalu beliau bertanya: Siapakah itu? Mereka menjawab: Putri Amru atau saudara perempuan Amru. Rasulullah saw. berkata: Mengapa ia menangis, padahal para malaikat sedang menaungi dengan sayap-sayapnya sampai dia diangkat
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4517

1433. Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata: 
Kami meninggalkan kaum kami, Ghifar, karena mereka menghalalkan bulan haram. Aku keluar bersama saudara lelakiku yang bernama Unais dan ibuku kemudian kami singgah ke rumah paman kami. Dia sangat menghormati kami dan memperlakukan kami dengan baik sekali sehingga kaum pamanku merasa dengki dengan kami. Mereka berkata kepada pamanku: Sesungguhnya kamu jika keluar dari keluargamu, maka Unais akan kembali kepada mereka. Pamanku datang dan mengatakan apa yang telah dikatakan kepadanya. Aku katakan: Kamu sungguh telah merusak kebaikanmu yang telah berlalu dan setelah ini tidak ada lagi kompromi denganmu. Lalu kami menghampiri unta kami dan segera menungganginya sedang paman kami dengan bertutupkan pakaian tampak mulai menangis. Kemudian kami berangkat pergi sampai tiba di Mekah. Kemudian Unais segera menggadaikan beberapa ekor unta milik kami dan beberapa ekor lain sejenisnya, keduanya datang menemui seorang dukun yang memberikan pilihan kepada Unais. Unais kemudian menemui kami kembali dengan beberapa ekor unta kami beserta yang sejenisnya. Kemudian katanya melanjutkan: Wahai anak saudaraku, aku sungguh telah salat terlebih dahulu selama tiga tahun sebelum menemui Rasulullah saw. Aku bertanya: Untuk siapa? Dia menjawab: Untuk Allah. Aku bertanya lagi: Ke mana kamu menghadap? Dia menjawab: Aku menghadap ke arah yang ditunjuki Tuhanku. Pernah aku salat Isyak sampai akhir waktu malam, aku terlempar seolah-olah aku selembar kain hingga matahari tepat berada di atasku. Saudaraku Unais berkata: Sesungguhnya aku mempunyai keperluan di Mekah, maka lindungilah aku. Berangkatlah Unais sampai ia tiba di Mekah dan telah lama tidak menemuiku. Kemudian dia datang dan aku langsung bertanya: Apa yang telah kamu lakukan? Unais menjawab: Di Mekah, aku bertemu seorang lelaki yang seagama denganmu, dia mengaku bahwa Allah telah mengangkatnya sebagai rasul. Aku bertanya: Lantas apa yang dikatakan orang-orang? Dia menjawab: Mereka mengatakan bahwa lelaki tersebut adalah seorang penyair, dukun serta penyihir. Padahal Unais juga salah seorang penyair. Selanjutnya Unais berkata: Sesungguhnya aku pernah mendengar ucapan para dukun, namun dia bukan seperti ucapan mereka, dan aku telah membandingkan perkataannya dengan bermacam-macam syair namun tidak ada yang sesuai dengan omongan seorang pun sesudahku bahwa dia termasuk syair. Demi Allah, dia benar-benar seorang yang jujur dan merekalah orang yang pendusta. Dia berkata melanjutkan: Aku berkata: Maka lindungilah aku sehingga aku dapat pergi ke sana untuk melihat. Dia berkata melanjutkan: Lalu aku pergi mengunjungi kota Mekah dan mencari-cari seorang lelaki yang paling lemah di antara mereka untuk aku tanyakan: Di manakah orang itu yang kamu tuduh sebagai yang telah keluar dari agama nenek-moyangnya (shabii)? Lalu orang itu malah menunjuk ke arahku sambil berseru: Shabii! Maka menyerbulah penduduk lembah itu ke arahku dengan melemparkan tanah kering dan tulang-belulang sehingga aku jatuh tersungkur dalam keadaan pingsan. Ia berkata melanjutkan: Ketika aku bangkit, aku merasa seperti sebuah patung yang berlumuran darah. Ia berkata lagi: Lalu aku mendatangi sumur zam-zam untuk membersihkan darah dari segenap tubuhku serta meminum airnya. Dan di dekat sumur itulah aku tinggal selama tiga puluh hari, wahai putra saudaraku, siang dan malam hari aku tidak mempunyai makanan kecuali dari air Zamzam sampai aku menjadi gemuk hingga terlihat lekuk-lekuk lemak di perutku (tanda gemuk) dan aku tidak menemukan lagi di dalam hatiku perasaan kurus karena kelaparan. Ia berkata lagi melanjutkan: Ketika penduduk Mekah berada di suatu malam purnama yang terang-benderang, lalu mereka pun tertidur lelap. Tidak ada yang bertawaf di Baitulharam kecuali seorang lelaki dan dua perempuan yang terlihat sedang berdoa menyebut Isaf dan Nailah (nama berhala). Dia berkata: Kemudian keduanya datang menghampiriku di dalam tawaf dan aku berkata: Kawinkanlah mereka berdua! Dia berkata lagi: Mereka berdua tidak saling melarang ucapan mereka. Dia berkata: Kemudian mereka berdua mendatangiku lagi dan aku berkata: Mereka itu seperti kayu namun aku tidak menutup-nutupi maksudku. Setelah itu mereka berdua beranjak pergi sambil meratap dan berkata: Kalau seandainya di sini ada salah seorang dari kaum kita. Tidak lama kemudian Rasulullah saw. dan Abu Bakar yang sedang turun menjumpai mereka berdua serta segera menanyakan: Apa yang terjadi dengan kalian? Mereka menjawab: Orang shabii itu berada di sekitar Kakbah dan tirai penutupnya. Rasulullah saw. bertanya: Apa yang dia katakan kepada kalian? Mereka menjawab: Dia mengucapkan kata-kata kotor kepada kami. Rasulullah saw. dan Abu Bakar kemudian datang untuk mencium Hajar Aswad dan bertawaf di Baitullah serta diteruskan dengan salat. Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan salatnya, Abu Zar berkata: Akulah orang yang pertama mengucapkan salam Islam kepada beliau. Dia melanjutkan: Lalu aku mengucapkan: Assalamu`alaika ya Rasulullah! Kemudian beliau membalas: Wa `alaika wa rahmatullahi. Kemudian beliau bertanya: Siapakah kamu? Aku menjawab: Aku adalah seorang dari suku Ghifar. Lalu Rasulullah menarik tangannya lalu meletakkan jari-jarinya ke atas dahi. Aku pun berkata dalam hatiku: Beliau tampaknya tidak senang aku mengaku dari suku Ghifar. Aku pun bangkit hendak memegang tangan beliau, tetapi ditahan oleh Abu Bakar sedang ia lebih mengetahui tentang itu daripadaku. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bertanya: Sejak kapan kamu berada di sini? Aku menjawab: Aku di sini sejak tiga puluh hari yang lalu. Dia bertanya lagi: Siapakah yang memberimu makan? Aku menjawab: Aku tidak mempunyai makanan lain kecuali air Zamzam hingga aku menjadi gemuk dan tampak lekuk-lekuk lemak di perutku (tanda gemuk) serta tidak menemukan lagi di dalam hatiku perasaan kurus karena kelaparan. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya (air Zamzam) itu penuh berkah dan sebaik-baik makanan. Abu Bakar berkata: Wahai Rasulullah, izinkanlah aku menjamunya malam ini! Rasulullah saw. dan Abu Bakar kemudian meninggalkan tempat tersebut dan aku pun mengikuti mereka. Lalu Abu Bakar membuka sebuah pintu rumah untuk mengambilkan kami kismis (anggur kering) Thaif. Itulah makanan yang pertama kali aku makan di Mekah. Kemudian aku menetap beberapa lama dan datang menemui Rasulullah saw. lalu beliau bersabda: Sesungguhnya sebuah negeri yang banyak menghasilkan korma telah ditunjukkan kepadaku yang tidak lain adalah kota Yatsrib, maka bersediakah kamu menyampaikan kepada kaummu tentang misi kerasulanku, semoga Allah memberikan petunjuk kepada mereka melalui kamu serta memberikan pahala kepadamu karena mereka? Aku kemudian pulang untuk menemui Unais. Dia bertanya padaku: Apa yang telah kamu lakukan di sana? Aku menjawab: Aku telah memeluk Islam dan beriman. Unais berkata: Aku tidak membenci agamamu dan aku pun telah memeluk Islam serta beriman. Lalu kami berdua mendatangi ibu kami, ia pun berkata: Aku tidak membenci agama kamu berdua dan aku pun telah memeluk Islam serta beriman. Kami lalu menunggangi unta untuk mendatangi kaum kami Ghifar sehingga masuklah setengah dari mereka ke dalam agama Islam di bawah pimpinan Aima` bin Rahadhah Al-Ghifari, seorang kepala suku mereka. Sedangkan yang setengah lagi mengatakan: Kalau Rasulullah saw. telah tiba di Madinah, maka kami akan masuk Islam. Lalu tibalah Rasulullah saw. di Madinah, sehingga sisa mereka yang setengah pun masuk Islam. Selanjutnya datanglah suku Aslam dan mereka berkata: Wahai Rasulullah! Mereka itu adalah saudara-saudara kami, maka kami pun masuk Islam seperti mereka. Akhirnya semua mereka memeluk Islam. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Suku Ghifar, semoga Allah mengampuni mereka dan suku Aslam, mudah-mudahan Allah memberikan keselamatan bagi mereka
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4520


1434. Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra., ia berkata:
Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw. tidak pernah melarangku untuk menemuinya dan beliau tidak melihatku kecuali selalu tersenyum
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4522


1435. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa Nabi saw. menuju ke kamar kecil lalu aku menyediakan air wudu untuk beliau. Ketika keluar beliau bertanya: Siapakah yang menyediakan air wudu ini? Dalam riwayat Zuhair: Mereka menjawab. Dalam riwayat Abu Bakar: Aku menjawab: Ibnu Abbas. Beliau berdoa: Ya Allah! Jadikanlah ia pandai dalam ilmu agama
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4526

1436. Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: Di dalam tidur aku bermimpi seakan-akan di tanganku terdapat sehelai kain sutra dan tidak ada satu tempat pun di surga yang ingin aku tuju kecuali kain sutra itu akan terbang ke sana. Lalu mimpi itu aku ceritakan kepada Hafshah dan Hafshah segera menceritakannya lagi kepada Nabi saw. Kemudian Nabi saw. berkata: Aku melihat Abdullah itu sebagai seorang yang saleh
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4527


1437. Hadis riwayat Ummu Sulaim ra. ia berkata:
Wahai Rasulullah! Tolonglah doakan Anas, pembantumu. Rasulullah saw. pun berdoa: Ya Allah! Banyakkanlah harta dan anaknya serta berkahilah apa yang engkau berikan padanya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4529


1438. Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. menghampiriku ketika aku sedang bermain bersama beberapa anak sebayaku. Beliau mengucapkan salam kepada kami. Kemudian beliau menyuruhku untuk suatu keperluan sehingga aku terlambat pulang menemui ibuku. Ketika aku datang, ibuku bertanya: Apa yang membuatmu terlambat? Aku menjawab: Aku diutus oleh Rasulullah saw. untuk suatu keperluan. Ibuku bertanya: Apa keperluan beliau? Aku menjawab: Itu rahasia. Ibuku berkata: Kalau begitu jangan kamu ceritakan rahasia Rasulullah saw. kepada siapa pun
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4533


1439. Hadis riwayat Saad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
Aku tidak pernah mendengar Rasulullah saw. berkata kepada orang yang hidup dan masih berjalan di bumi ini bahwa dia akan masuk surga kecuali kepada Abdullah bin Salam ra.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4535


1440. Hadis riwayat Abdullah bin Salam ra.:
Dari Qais bin Ubbad ia berkata: Aku berada di Madinah dan berkumpul dengan banyak orang, di antara mereka terdapat beberapa sahabat Nabi saw. Tiba-tiba muncul seorang lelaki yang dari raut wajahnya terlihat tanda kekhusyuan. Lalu beberapa orang di antara mereka mengatakan: Lelaki ini termasuk ahli surga, lelaki ini termasuk ahli surga. Kemudian lelaki itu melakukan salat dua rakaat dengan membaca surat pendek dan segera keluar lagi. Aku mengikutinya sampai dia memasuki rumahnya dan aku pun meminta izin masuk menemuinya. Kami lalu saling bercakap-cakap. Ketika dia telah merasa lebih akrab, aku katakan padanya: Sesungguhnya ketika kamu memasuki (mesjid) tadi, ada orang yang berbicara begini begitu. Lelaki itu berkata: Maha Suci Allah, tidak pantas seseorang mengatakan apa yang belum diketahuinya. Akan aku ceritakan kepadamu mengapa begitu. Pada zaman Rasulullah saw. aku pernah bermimpi dan telah aku ceritakan mimpiku itu kepada beliau. Dalam mimpi itu aku seperti melihat diriku berada di sebuah taman yang luas, asri dan hijau. Di tengah-tengah taman itu terdapat sebuah tiang dari besi di mana ujung bawahnya menancap ke bumi dan ujung atasnya menjulang tinggi ke langit di sana terdapat tali pegangan. Lalu dikatakan kepadaku: Naiklah! Aku jawab: Aku tidak bisa. Tiba-tiba muncul seorang pelayan (minshaf). Berkata Ibnul Aun: Minshaf adalah pelayan. Lalu ia menarik bajuku dari arah belakang untuk membantuku, sehingga aku dapat naik ke atas tiang tersebut. Aku lalu memegang tali pegangan itu. Dikatakan padaku: Peganglah erat-erat! Seketika aku terbangun dan tali itu benar-benar berada di tanganku. Aku pun menceritakan hal itu kepada Nabi saw., beliau bersabda: Taman itu adalah Islam, tiang itu juga tiang Islam dan tali pegangan itu ialah urwatul wutsqa kuat. Kamu akan tetap memeluk Islam sampai mati. Kata perawi: Lelaki itu adalah Abdullah bin Salam ra.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4536

1441. Hadis riwayat Hassan bin Tsabit ra.:
Dari Said bin Musayyab dari Abu Hurairah bahwa Umar pernah lewat di hadapan Hassan ketika ia sedang melantunkan syair di dalam mesjid. Lalu Umar memperhatikan (menegur) kepadanya sehingga berkatalah Hassan: Aku pernah melantunkan syair di dalam mesjid ketika di dalamnya terdapat orang yang lebih baik dari kamu (Rasulullah). Kemudian dia menoleh ke arah Abu Hurairah dan berkata: Demi Allah, apakah Anda pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Balaslah untuk membelaku! Ya Allah, kuatkanlah dia dengan Roh Kudus! Abu Hurairah ra. menjawab: Ya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4539

1442. Hadis riwayat Barra' bin Azib ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda kepada Hassan bin Tsabit: Sindirlah mereka (dengan syair) semoga Jibril senantiasa bersamamu
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4541

1443. Hadis riwayat Aisyah ra.:
dari Urwah bahwa Hassan bin Tsabit adalah salah seorang yang berlebih-lebihan mencela Aisyah sehingga aku lalu mencacinya. Aisyah menegurku: Wahai keponakanku, biarkanlah dia, karena sesungguhnya dia adalah orang yang pernah membela Rasulullah saw.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4542

1444. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Hassan berkata: Wahai Rasulullah! Izinkan aku untuk menyindir Abu Sufyan. Beliau bertanya: Bagaimana dengan hubungan kekerabatanku dengannya? Hassan berkata: Demi Zat yang telah memuliakanmu, aku tidak akan menyindir mereka dengan nasab kamu seperti sehelai rambut yang disisihkan dari adonan roti. Selanjutnya Hassan melantunkan bait syairnya: Dan sesungguhnya puncak keluhuran adalah dari keluarga Hasyim, sedangkan orang-orang keturunan Bani Makhzum dan ayahmu adalah budak
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4544

1445. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Kamu sekalian menganggap bahwa Abu Hurairah ra. banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw. sedangkan kita semua akan menemui Allah. Aku adalah orang miskin yang melayani Rasulullah saw. agar aku dapat mengisi perutku. Orang-orang Muhajirin sibuk melakukan transaksi jual beli di pasar dan orang-orang Ansar sibuk dengan usaha mengembangkan harta mereka. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membentangkan pakaiannya, maka dia tidak akan lupa sedikitpun apa yang dia dengar dariku. Aku lalu membentangkan pakaianku sampai beliau menyelesaikan hadisnya. Kemudian aku mendekap pakaian itu sehingga aku tidak pernah lupa sesuatu yang aku pernah dengar dari beliau
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4547

1446. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa ia berkata kepada Urwah bin Zubair: Tidakkah kamu terkagum dengan Abu Hurairah ketika ia datang lalu duduk di sebelah kamarku menyampaikan hadis dari Rasulullah saw. dan memperdengarkannya kepadaku, dan saat itu aku sedang bertasbih, lalu ia bangkit beranjak pergi sebelum aku menyelesaikan tasbihku. Kalau seandainya aku bisa menyusulnya pasti akan aku katakan kepadanya bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. tidak pernah memberikan hadis dengan tergesa-gesa seperti yang kamu sekalian lakukan
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4548

1447. Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra., ia berkata:
Rasulullah saw. mengutus aku, Zubair dan Miqdad lalu beliau bersabda: Pergilah kalian ke daerah Raudhah Khakh di mana terdapat seorang wanita yang sedang dalam perjalanan membawa sepucuk surat dan ambillah surat itu darinya! Kemudian kami berangkat, kuda kami pun berlari cepat membawa kami. Lalu tiba-tiba kami bertemu dengan wanita tersebut dan kami katakan kepadanya: Keluarkanlah surat itu! Perempuan tersebut berkata: Aku tidak membawa surat. Kami berkata lagi: Keluarkanlah surat itu kalau tidak kamu harus menanggalkan pakaianmu! Akhirnya ia mengeluarkan surat itu dari sela-sela kepangan rambutnya. Lalu kami pun segera membawa surat itu kepada Rasulullah saw. yang ternyata berasal dari Hathib bin Abu Baltaah untuk orang-orang musyrik di kota Mekah memberitahukan beberapa rencana Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bertanya kepada Hathib: Wahai Hathib apa ini? Hathib menjawab: Jangan cepat menuduhku, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku dahulu adalah seorang yang akrab dengan orang-orang Quraisy. Sufyan berkata: Ia pernah bersekutu dengan mereka meskipun tidak memiliki nasab dengan Quraisy. Para Muhajirin yang ikut bersamamu mempunyai kerabat yang dapat melindungi keluarga mereka (di Mekah). Dan aku ingin, karena aku tidak mempunyai nasab di tengah-tengah mereka, berbuat jasa untuk mereka sehingga mereka mau melindungi keluargaku. Dan aku melakukan ini bukan karena kekufuran dan bukan juga karena murtad bahkan tidak juga karena aku rela dengan kekufuran setelah memeluk Islam. Kemudian Nabi saw. bersabda: Dia telah berkata benar. Lalu Umar berkata: Wahai Rasulullah, biarkanlah aku memenggal leher orang munafik ini! Beliau menjawab: Sesungguhnya dia telah ikut serta dalam perang Badar dan siapa tahu Allah telah memberikan keistimewaan kepada para prajurit Badar lalu berfirman: Perbuatlah sesuka kamu sekalian karena sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian! Kemudian Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menurunkan firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4550


1448. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Aku sedang bersama Nabi saw. ketika beliau dan Bilal singgah di Ji`ranah antara Mekah dan Madinah. Kemudian Rasulullah saw. didatangi seorang lelaki badui dan berkata: Apakah kamu tidak akan memenuhi apa yang pernah kamu janjikan kepadaku, wahai Muhammad? Rasulullah saw. berkata kepadanya: Bergembiralah! Lelaki badui itu menjawab: Kamu telah sering mengatakan kepadaku "bergembiralah!" Kemudian Rasulullah saw. menghampiri Abu Musa dan Bilal dalam keadaan marah lalu berkata: Orang ini telah menolak kabar gembira, maka terimalah kalian berdua kabar gembira itu. Kedua sahabat itu berkata: Kami telah menerimanya, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah saw. meminta supaya diambilkan bejana berisikan air lalu membasuh kedua tangan dan wajahnya serta meludahkan air ke dalamnya lalu berkata: Minumlah kamu berdua dan basuhkanlah ke muka serta leher kamu dan bergembiralah! Kedua sahabat itu segera mengambil bejana tersebut kemudian melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah saw. kepada mereka. Tiba-tiba Ummu Sulamah berseru kepada mereka dari balik tirai: Sisakan untuk ibu kalian air yang ada dalam bejana itu. Lalu mereka menyisakan sebagiannya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4553

1449. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Ketika selesai perang Hunain Nabi saw. mengutus Abu Amir untuk memimpin pasukan tentara ke negeri Authas. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan pasukan Duraid bin Shimmah. Lalu Duraid berhasil dibunuhnya dan Allah mengalahkan kawan-kawannya. Kata Abu Musa: Rasulullah saw. juga pernah mengutusku bersama Abu Amir. Saat itu lutut Abu Amir dipanah oleh seorang dari Bani Jusyam sehingga terlukalah lututnya itu. Aku menghampiri dia dan bertanya: Wahai paman, siapakah yang telah membidikkan anak panah itu ke arahmu? Abu Amir memberikan isyarat kepada Abu Musa seraya berkata: Orang itulah yang hendak membunuhku. Kamu melihat sendiri dialah orang yang membidikkan anak panah ke arahku. Abu Musa berkata: Lalu aku memandang dan menghampiri lelaki Bani Jusyam itu hingga berada di dekatnya. Ketika melihatku dia segera berpaling menghindar dariku tetapi aku terus mengikutinya dan bertanya: Apakah kamu tidak merasa malu, bukankah kamu orang Arab? Mengapa kamu tak berhenti? Akhirnya dia pun berhenti. Aku dan dia lalu berkelahi dan saling memukul. Akhirnya aku menikamnya dengan pedang hingga mati terbunuh. Kemudian aku kembali kepada Abu Amir. Aku katakan kepadanya: Sesungguhnya Allah telah membunuh orang itu. Abu Amir berkata: Cabutlah anak panah ini! Aku pun mencabutnya sehingga mengalirlah darah dari luka tersebut. Abu Amir kemudian berkata: Wahai keponakanku! Temuilah Rasulullah saw. dan sampaikan salamku kepada beliau serta katakan bahwa Abu Amir berpesan kepada baginda: Mohonkanlah pengampunan Allah untukku! Abu Amir kemudian mengangkat diriku sebagai kepala pasukan dan tidak beberapa lama kemudian dia pun meninggal dunia. Ketika kembali ke Nabi saw. aku menjumpai beliau di dalam rumah sedang berbaring di atas ranjang berlapis tikar dari sabuk korma dan kasur yang meninggalkan bekas pada punggung dan kedua sisi beliau. Aku laporkan kepada beliau mengenai kabar kami dan juga kabar Abu Amir sekaligus menyampaikan pesannya kepada beliau supaya berkenan memohonkan ampunan kepada Allah untuknya. Kemudian Rasulullah saw. meminta diambilkan air lalu berwudu dengannya kemudian beliau mengangkat kedua tangan seraya berdoa: Ya Allah! Berikanlah ampunan kepada Ubaid Abu Amir. Saat itulah aku sempat melihat putihnya kedua ketiak beliau. Kemudian beliau melanjutkan berdoa: Ya Allah! Pada hari kiamat nanti jadikanlah dia berada di atas derajat kebanyakan makhluk-Mu atau manusia. Aku beranikan diri untuk menyela: Dan untukku, wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan! Nabi saw. saw. pun berdoa: Ya Allah! Ampunilah dosa Abdullah bin Qais. Dan masukkanlah dia ke sebuah tempat yang mulia pada hari kiamat kelak
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4554


1450. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku sangat mengenali suara orang-orang Asy`ari lewat bacaan Alquran di saat mereka memasuki waktu malam. Dan aku mengetahui rumah-rumah mereka melalui suara-suara Alquran pada malam hari, meskipun aku tidak melihat rumah-rumah mereka ketika mereka pulang pada siang hari, dan di antara mereka adalah Hakim. Setiap kali bertemu dengan musuh, dia akan berkata kepada musuh: Sesungguhnya sahabat-sahabatku menyuruh kalian untuk melihat mereka
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4555


1451. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang-orang Asy`ari apabila mereka kehabisan bekal dalam suatu peperangan atau bekal makanan keluarga mereka di Madinah hanya sedikit, maka mereka akan mengumpulkan apa yang masih ada pada mereka dalam selembar kain. Kemudian mereka bagikan di antara mereka dalam satu bejana secara rata dan aku adalah bagian dari mereka dan mereka adalah bagian dariku
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4556

1452. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Kami mendengar berita keberangkatan Rasulullah saw. ketika kami sedang berada di Yaman. Lalu aku dan kedua orang kakakku yaitu Abu Burdah dan Abu Ruhem segera berhijrah untuk bergabung dengan beliau. Sedikitnya kami berhijrah dalam jumlah lima puluh tiga atau lima puluh dua orang yang terdiri dari kaumku sendiri. Kami menumpangi sebuah perahu yang akhirnya mendamparkan kami ke hadapan Najasyi Raja Habasyah (Abessina). Dan di sana kami bertemu dengan Jakfar bin Abu Thalib ra. beserta para sahabatnya. Lalu Jakfar berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. mengirim kami ke sini dan menyuruh kami agar tinggal di sini, karena itu tinggallah kalian semua di sini bersama kami! Kami pun menetap bersamanya hingga kami tiba bersama-sama (ke tempat Rasulullah) dan bertemu Rasulullah saw. ketika beliau berhasil menaklukan Khaibar kemudian memberikan kami sebagian dari harta rampasan. Dan beliau tidak membagikan kepada seorang pun yang tidak ikut serta dalam perang Khaibar kecuali kepada orang-orang yang ikut dalam perahu kami bersama Jakfar serta sahabatnya. Rasulullah saw. memberikan kepada mereka bersama orang-orang yang ikut perang. Sehingga ada sebagian orang yang mengatakan kepada kami: Kami lebih dahulu berhijrah daripada kalian. Lalu datanglah Asma binti Umais, salah seorang yang ikut tiba bersama kami, mengunjungi Hafshah, istri Nabi saw. yang juga termasuk orang-orang yang berhijrah ke Najasyi. Kemudian masuklah Umar menemui Hafshah sedangkan Asma masih bersamanya. Dan bertanyalah Umar ketika melihat Asma: Siapakah ini? Hafshah menjawab: Dia adalah Asma binti Umais. Umar bertanya: Apakah yang pernah ikut berhijrah ke Habasyah dan termasuk rombongan perahu laut itu? Asma menjawab: Benar. Umar berkata: Kami lebih dahulu berhijrah daripada kalian, jadi kami lebih berhak atas Rasulullah saw. daripada kamu sekalian. Mendengar itu Asma menjadi marah dan mengucapkan kata kasar: Kamu berdusta wahai Umar, jangan begitu! Demi Allah, (aku mengetahui) kamu bersama Rasulullah saw. yang selalu memberikan makan kepada orang yang lapar dan mengajar orang yang bodoh di antara kamu sementara kami berada di negeri yang jauh dan asing di Habasyah. Itu kami lakukan demi Allah dan Rasul-Nya. Dan demi Allah, aku tidak akan makan dan minum kecuali setelah aku laporkan apa yang kamu katakan kepada Rasulullah saw. Kami disiksa dan juga ditakut-takuti dan akan aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah saw. dan juga akan aku tanyakan kepada beliau. Demi Allah, aku tidak akan berdusta, tidak akan menyimpang dan juga tidak akan menambahi. Tatkala Nabi saw. datang, Asma berkata: Wahai Nabi Allah, sesungguhnya Umar tadi berkata begini dan begitu. Rasulullah saw. lalu bersabda: Tidak ada yang paling berhak terhadap diriku daripada kamu sekalian. Umar dan para sahabatnya hanya berhijrah satu kali saja, sedangkan kamu sekalian para penumpang perahu berhijrah dua kali. Asma lalu berkata lagi: Aku melihat Abu Musa dan para penumpang perahu mendatangiku berbondong-bondong untuk menanyakan kepadaku mengenai hadis ini. Tidak ada sesuatu pun dari kekayaan dunia yang lebih menggembirakan dan berharga di hati mereka dari apa yang telah dikatakan Rasulullah saw. kepada mereka. Abu Burdah berkata: Asma berkata: Aku benar-benar telah bertemu dengan Abu Musa, dia meminta kembali hadis ini dariku
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4558


1453. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Menyinggung tentang kamilah ayat ini turun: Ketika dua golongan daripadamu ingin mundur karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Mereka adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah dan kami menyukai ayat itu turun karena firman Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung: Padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4560


1454. Hadis riwayat Zaid bin Arqam ra., ia berkata:
Rasulullah saw. berdoa: Ya Allah! Ampunilah orang-orang Ansar, anak-anak kaum Ansar, dan cucu-cucu kaum Ansar
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4561


1455. Hadis riwayat Anas ra.:
Bahwa Nabi saw. melihat beberapa anak lelaki dan perempuan datang dari perayaan pernikahan lalu beliau berdiri dan bersabda: Ya Allah, kalianlah termasuk orang yang paling aku cintai, ya Allah, kalianlah termasuk orang yang paling aku cintai, yang beliau maksudkan adalah kaum Ansar
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4563

1456. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Seorang wanita dari kaum Ansar datang kepada Rasulullah saw. lalu beliau menemuinya dan bersabda: Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya kamu adalah golongan manusia yang paling aku cintai sebanyak tiga kali
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4564

1457. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang-orang Ansar adalah pengikut khususku dan orang-orang kepercayaanku dan sesungguhnya manusia nanti akan bertambah banyak dan menjadi sedikit, maka terimalah yang berperilaku baik dan maafkanlah yang berperilaku buruk di antara mereka
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4565

1458. Hadis riwayat Abu Usaid ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik kabilah Ansar ialah Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Bani Harits bin Khazraj, kemudian Bani Saidah dan dalam setiap kabilah Ansar terdapat kebaikan. Saad berkata: Aku tidak melihat Rasulullah saw. kecuali beliau telah mengutamakan kabilah lain atas kami. Ada yang mengatakan: Beliau mengutamakan kabilah kalian atas banyak kabilah yang lain
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4566


1459. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Aku berangkat bersama Jarir bin Abdullah Al-Bajali dalam suatu perjalanan di mana dia ingin menjadi pelayanku. Aku berkata kepadanya: Jangan kamu lakukan itu! Lalu dia menjawab: Sesungguhnya aku melihat orang-orang Ansar berbuat sesuatu kepada Rasulullah saw. sehingga aku bersumpah bahwa tidak seorang pun dari mereka yang aku temani kecuali aku akan melayaninya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4570


1460. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Suku Aslam, semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka, suku Ghifar, semoga Allah mengampuni mereka. Bukan aku yang mengatakan itu tetapi Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agunglah yang memfirmankannya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4574


1461. Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ghifar, semoga Allah mengampuni mereka, Aslam, semoga Allah memberikan keselamatan kepada mereka, sedangkan suku Ushayyat telah berlaku durhaka kepada Allah serta Rasul-Nya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4576


1462. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Orang-orang Quraisy, orang-orang Ansar, Muzainah, Juhainah, Aslam, Ghifar dan Asyja` mereka adalah para penolongku dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka selain Allah dan Rasul-Nya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4578


1463. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Suku Aslam, Ghifar, Muzainah dan orang-orang dari Juhainah atau kabilah Juhainah adalah lebih baik dari Bani Tamim dan Bani Amir, juga dari dua kabilah yang bersekutu yaitu Asad dan Ghathfan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4579


1464. Hadis riwayat Abu Bakrah ra.:
Bahwa Aqra` bin Habis datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Sesungguhnya Surraq Al-Hajij yang berbaiat kepadamu adalah dari suku Aslam, Ghifar dan Muzainah (aku kira juga Juhainah. Muhammad yang ragu-ragu). Rasulullah saw. bertanya: Apakah menurutmu kalau Aslam, Ghifar dan Muzainah saya kira juga Juhainah itu lebih baik dari Bani Tamim, Bani Amir, Asad dan Ghathfan, lantas mereka merasa kecewa dan rugi? Aqra` bin Habis tadi menjawab: Ya. Rasulullah saw. bersabda: Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya mereka (suku Aslam, Ghifar, dan Muzainah) lebih baik dari mereka

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4582

1465. Hadis riwayat Umar bin Khathab ra.:
Dari Adi bin Hatim ia berkata: Aku mendatangi Umar bin Khathab lalu ia berkata kepadaku: Sesungguhnya sedekah pertama yang membuat gembira wajah Rasulullah saw. dan juga wajah para sahabatnya ialah sedekah suku Thayi yang kamu bawa kepada Rasulullah saw.

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4585

1466. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Thufail dan para sahabatnya datang menghadap Rasulullah saw. lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya suku Daus telah kufur dan membangkang, maka mohonkanlah kepada Allah agar mereka mendapatkan bencana. Dikatakan: Binasalah suku Daus. Rasulullah saw. lalu berdoa: Ya Allah! Berikanlah petunjuk kepada suku Daus dan datanglah bersama mereka

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4586

1467. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku masih tetap mencintai Bani Tamim karena tiga perkara yang aku dengar dari Rasulullah saw. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Mereka itu adalah umatku yang paling keras menghadapi Dajjal. Ketika datang sedekah mereka, Nabi saw. bersabda: Ini adalah sedekah-sedekah kaumku. Seorang wanita tawanan mereka pernah menjadi milik Aisyah, kemudian Rasulullah saw. juga bersabda: Merdekakanlah ia karena ia adalah anak cucu Ismail

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4587

1468. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik wanita Arab (Menurut versi lain adalah Wanita-wanita Quraisy) adalah yang paling sayang terhadap anak yatim yang masih kecil dan yang paling perhatian terhadap urusan dan keadaan suami

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4589


1469. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Dari Ashim ia berkata: Aku berkata kepada Anas ra.: Apakah kamu pernah mendengar bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada saling mempersaudarakan di dalam Islam? Anas menjawab: Rasulullah saw. pernah mempersaudarakan antara orang-orang Quraisy dan orang-orang Ansar di rumahnya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4593


1470. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana segolongan manusia akan berperang, lalu ditanyakan kepada mereka: Adakah di antara kalian yang pernah melihat Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Ya, ada. Lalu mereka diberi kemenangan (mengalahkan musuh). Kemudian datang lagi segolongan manusia yang berperang, lalu ditanyakan kepada mereka: Adakah di antara kalian orang yang pernah melihat para sahabat Rasulullah saw. Mereka menjawab: Ya, ada. Kemudian mereka pun diberi kemenangan. Kemudian datang lagi segolongan menusia yang juga berperang, lalu ditanyakan kepada mereka: Adakah di antara kalian orang yang pernah melihat tabiin? Mereka menjawab: Ya, ada. Akhirnya mereka juga diberi kemenangan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4


1471. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik umatku adalah yang hidup pada kurun sahabatku, kemudian setelah kurun mereka (tabiin), kemudian setelah kurun mereka (tabiit tabiin). Kemudian akan datang suatu kaum di mana kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4599


1472. Hadis riwayat Imran bin Hushain ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu ialah yang hidup pada zaman kurunku (sahabat), kemudian orang-orang yang hidup sesudah kurunku (tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka (tabiit tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka. Imran berkata: Aku tidak tahu apakah Rasulullah saw. mengatakan setelah kurun beliau dua kali atau tiga kali. Kemudian setelah mereka akan datang suatu kaum yang memberikan kesaksian sedangkan mereka tidak dimintai kesaksian, dan mereka berkhianat sehingga tidak dapat dipercaya, mereka selalu bernazar namun tidak pernah memenuhinya dan akan tampak pada mereka kegemukan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4603
1473. Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Pada suatu malam Rasulullah saw. salat Isyak berjamaah bersama kami di akhir hayatnya. Setelah mengucapkan salam, beliau berdiri dan bersabda: Tahukah kalian apa arti malam ini? Sesungguhnya dalam kurun waktu seratus tahun yang akan datang sudah tidak ada lagi seorang pun yang masih hidup di muka bumi. Kata Ibnu Umar ra.: Lalu orang-orang banyak yang salah mengartikan sabda Rasulullah saw. tersebut. Mereka ramai membicarakan mengenai sabda beliau tersebut, terutama mengenai kalimat seratus tahun itu. Padahal Rasulullah saw. hanya ingin bersabda bahwa tidak seorang pun dari menusia yang hidup sekarang ini akan tetap hidup pada kurun waktu seratus tahun yang akan datang. Yang beliau maksudkan adalah akan berakhirnya kurun waktu sahabat

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4605


1474. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
Antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin Auf telah terjadi sesuatu lalu Khalid pun mencaci-makinya. Mendengar itu Rasulullah saw. lalu bersabda: Janganlah kamu mencaci-maki seorang pun dari para sahabatku. Sekalipun salah seorang kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud, hal itu tidak dapat menandingi satu bahkan setengah mud (1 mud=543 gram) salah seorang mereka

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4611


1475. Hadis riwayat Asma binti Abu Bakar ra.:
Dari Abu Nauval dari Hajjaj ia berkata kepada Asma binti Abu Bakar ra.: Bagaimana menurutmu dengan apa yang aku lakukan terhadap musuh Allah? Dia menjawab: Saya melihat kamu telah menghancurkan kehidupan dunianya dan dia telah menghancurkan kehidupan akhiratmu. Saya mendengar bahwa kamu telah memanggilnya dengan sebutan "anak seorang wanita yang selalu mengenakan dua potong kain (Zatunnithaqain)" dan ketahuilah bahwa akulah wanita Zatunnithaqain itu, yang satu aku gunakan untuk mengangkat makanan Rasulullah saw. dan makanan Abu Bakar dari binatang tunggangan, sedangkan yang sepotong lagi itu adalah sebagai ikat pinggang kaum wanita yang selalu dibutuhkan. Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bercerita kepada kami bahwa di antara kaum Tsaqif itu terdapat seorang pendusta dan perusak. Yang pendusta dapat kami lihat sendiri, adapun yang perusak, aku kira kamu orangnya. Mendengar kata-kata tajam dari wanita itu, ia segera beranjak pergi meninggalkannya tanpa membantahnya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4617


1476. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4618


1477. Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Kamu sekalian akan mendapati manusia itu seperti seratus ekor unta, di mana seseorang tidak akan mendapati seekor pun yang dapat dijadikan binatang tunggangan

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4620

Tidak ada komentar:

Posting Komentar